kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

Asosiasi Asuransi Umum meragukan kinerja OJK


Jumat, 11 Januari 2013 / 16:44 WIB
ILUSTRASI. Jamur Enoki akan dijadikan sebagai camilan renyah yang mengisi harimu saat bersantai di rumah! (Dok/Dapur Kobe)


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa |

JAKARTA. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan kinerja dulu sebelum menarik pungutan.

"Asuransi bukan tidak ingin membayar, tapi ingin melihat cara kerja OJK," kata Direktur Eksekutif AAUI Julian Noor.

Julian berharap OJK menunjukkan performa lebih baik dibanding lembaga pengawasan sebelumnya. "Kalau sama saja, apa bedanya dengan pengawasan yang dulu? Dulu gratis," ujarnya, Jumat (11/1).

Ia menyebut, industri sebenarnya tidak keberatan dengan pungutan OJK. “Hanya saja, pelaku industri asuransi mempunyai tanda tanya akan seberapa baik kinerja OJK,” ungkapnya.

AAUI berpendapat, pungutan setidaknya paling cepat ditarik setelah dua tahun wasit industri keuangan anyar itu bekerja. Padahal, rencananya pungutan OJK akan mulai ditarik pertengahan tahun ini.

Julian berpendapat, baiknya kegiatan operasional OJK terus dibiayai oleh Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Perlu diketahui, untuk tahap awal, pembiayaan OJK yang merupakan lembaga super bodi ditopang 75% oleh APBN dan 25% dari pungutan. Kemudian secara bertahap akan sepenuhnya dibiayai oleh pungutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×