kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Astra Credit Companies (ACC) siapkan strategi untuk genjot pembiayaan Rp 27 Triliun


Senin, 11 Februari 2019 / 17:00 WIB


Reporter: Ferrika Sari | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Astra Credit Companies (ACC) akan terus gencar menyalurkan pembiayaan di tahun ini. Perusahaan pembiayaan ini menargetkan pembiayaan sebesar Rp 27 triliun, atau tumbuh 7%-10% secara tahunan.

Direktur Keuangan ACC Hendry Christian Wong optismistis, bisa memenuhi target pembiayaan tersebut karena telah menyiapkan sejumlah sumber pendanaan, di antaranya 25% angsuran debitur, skema pembiayaan bersama (joint financing) dengan bank, dan penerbitan obligasi.

“Komposisi pendanaan dari perbankan sebesar 50%, dan kami juga telah menerbitkan obligasi sebesar Rp 2,25 triliun di Januari lalu. Dana hasil penerbitan tersebut, semuanya digunakan untuk modal penyaluran kredit,” kata Hendry di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Di samping itu, ACC masih berniat menerbitkan obligasi tahun ini, tapi mempertimbangkan kondisi pasar dan kupon. Di lain pihak, perusahaan juga gencar melakukan pemasaran secara digital, salah satunya melalui peluncuran aplikasi mobile acc.one. Strategi lainnya, dengan memperluas layanan dan jaringan pemasaran dengan diler.

Dengan strategi tersebut, perseroan makin percaya diri, dan hal ini ditunjang oleh nama besar Astra Internasional, sebagai produsen dan distributor kendaraan bermotor terkemuka di Indonesia. Diketahui, ACC mengandalkan pembiayaan 75% pembiayaan mobil baru dan 25% mobil bekas.

“Ini mempunyai potensi bertumbuh, walaupun secara industri tidak terlalu baik tapi kami bisa memanfaatkan momumen untuk tumbuh lebih baik,” ungkapnya.

Adapun target pembiayaan Rp 27 triliun, juga diikuti pertumbuhan laba yang dipatok yaitu Rp 1,3 triliun, atau tumbuh 5% pada tahun ini. Sampai akhir 2018, tingkat Non Performing Financing (NPF) masih terjaga di level 0,5%-0,6%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×