Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bangkok Bank tetap melihat prospek pertumbuhan Indonesia secara positif di tengah ketidakpastian global dan perubahan peta investasi dunia. Bank asal Thailand ini menilai fundamental ekonomi Indonesia masih kuat dan berpotensi menjadi salah satu pasar utama di ASEAN dalam jangka panjang.
Director and Senior Executive Vice President Bangkok Bank, Kobsak Pootrakool mengatakan, keyakinan tersebut tidak terlepas dari fundamental Indonesia yang dinilai cukup baik, mulai dari pertumbuhan ekonomi, perkembangan demografi, peningkatan kelas menengah dan pendapatan, perkembangan teknologi, hingga masuknya investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI).
"Kami selalu percaya pada Indonesia. Fundamentalnya cukup baik," ujar Kobsak dalam wawancara secara eksklusif di Jakarta, Senin (28/9/2026).
Menurut Kobsak, dalam jangka panjang ekonomi Indonesia masih berpotensi tumbuh sekitar 5%. Masuknya FDI juga dinilai akan semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai pasar penting di ASEAN maupun global.
Kobsak menyebut, salah satu tantangan yang masih perlu diperhatikan adalah ketidakpastian kebijakan. Menurutnya, semakin rendah ketidakpastian dan semakin stabil kebijakan pemerintah, maka kepercayaan investor terhadap Indonesia akan semakin kuat.
Sejalan dengan prospek tersebut, Bangkok Bank melihat sejumlah sektor di Indonesia yang memiliki peluang untuk terus berkembang dan membutuhkan dukungan pembiayaan.
Kobsak menyebut, sektor energi, termasuk proyek panas bumi, emas, data center, serta industri lainnya sebagai bidang yang menarik.
"Kami membiayai beberapa proyek geothermal. Kami juga membiayai banyak proyek baru yang telah berjalan di sini," katanya.
Bangkok Bank juga melihat potensi dari perusahaan China, Jepang, dan Taiwan yang tengah mempertimbangkan ekspansi ke pasar Asia, termasuk Indonesia.
Baca Juga: Bangkok Bank Bidik Peluang Pembiayaan dari Ekspansi Perusahaan Thailand ke Indonesia
Menurut Kobsak, perubahan rantai pasok global akibat ketegangan geopolitik mendorong perusahaan untuk mencari lokasi produksi alternatif di kawasan ASEAN. Kondisi tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk mendapatkan investasi baru.
"Semakin banyak konflik di dunia, semakin baik Asia terlihat," ujarnya.
Ia menilai perusahaan global kini memiliki sejumlah pilihan di ASEAN, termasuk Vietnam, Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, dan Filipina. Menurutnya, Indonesia memiliki daya tarik karena ukuran pasar domestiknya yang besar.
Selain sektor berbasis investasi dan industri, Bangkok Bank melihat peluang pada sektor yang berkaitan dengan konsumsi domestik.
Kobsak menyebut makanan, produk konsumer, kemasan, dan kosmetik sebagai beberapa sektor yang diminati perusahaan Thailand yang ingin masuk ke Indonesia.
Pertimbangannya adalah besarnya populasi Indonesia, pasar domestik yang luas, serta jumlah penduduk usia muda yang besar.
"Indonesia sebagai populasi besar, market yang besar, dan juga orang-orang muda," katanya.
Menurut Kobsak, sejumlah perusahaan Thailand bahkan mulai mencari distributor lokal, menjajaki pembangunan fasilitas produksi, hingga mempertimbangkan akuisisi perusahaan di Indonesia.
Bangkok Bank juga akan memanfaatkan jaringan Permata Bank untuk menangkap peluang dari ekspansi perusahaan Thailand tersebut.
Kobsak mengatakan, setelah menggabungkan bisnis Bangkok Bank dan Permata Bank, jaringan nasabah Bangkok Bank di Indonesia menjadi jauh lebih luas. Sebelumnya, Bangkok Bank hanya memiliki sekitar tiga perusahaan yang menjadi nasabah secara langsung di Indonesia.
"Sebelumnya, Bangkok Bank hanya memiliki tiga perusahaan. Tapi dengan PermataBank, 250 perusahaan, sekarang kami bisa memberikan layanan yang tepat," jelasnya.
Menurut Kobsak, peluang bisnis tidak hanya berasal dari penyaluran kredit. Bangkok Bank juga membidik bisnis transaction banking dan pendapatan berbasis biaya (fee based income) dari aktivitas perusahaan Thailand di Indonesia.
"Kalau memberikan pinjaman, kita tidak akan mendapatkan banyak uang dari bunga. Tapi kalau kita memiliki fee based, maka itu akan menjadi sumber keuntungan yang sangat penting," ujarnya.
Baca Juga: Bangkok Bank dan Permata Bank Dorong Investasi dan Perdagangan Thailand-Indonesia
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














