kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Bank akan dorong fee based income lewat channel digital


Minggu, 23 Agustus 2020 / 19:42 WIB
Bank akan dorong fee based income lewat channel digital
ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi di salah satu bank anggota himbara di Jakarta, Rabu (5/8). Otoritas Jasa Kuangan (OJK) mengatakan berdasarkan pengawasannya hingga 27 Juli 2020, realisasi kredit di Bank Himbara mencapai Rp49,65 triliun dari rencana distribusi


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank pelat merah akan berupaya meningkatkan pendapatan non-bunga terutama fee based income (FBI) di tengah perlambatan pertumbuhan kredit. Ruang untuk menggenjot FBI dinilai masih besar dari sisi transaction banking.

Sepanjang semester I 2019, fee based income dari e-channel berbasis digital tumbuh cukup bagus  karena meningkatnya tren transaksi melalui channel digital selama pandemi Covid-19.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) pada paruh pertama 2020 mencatatkan pertumbuhan FBI sebesar 18,59% year on year (YoY) menjadi  Rp7,46 triliun. Pertumbuhan itu juga lebih tinggi semester I 2019 yang hanya tumbuh 12,6% YoY.

Baca Juga: Tingkatkan kinerja tahun 2020, Bank Mandiri akan dorong kredit di sektor ini

"Pertumbuhan FBI kami terutama disumbang dari jasa e-channel dan agen BRILink. Porsi terbesar e-channel berasal dari aplikasi Brimo yang tumbuh 123,8%. Transaksi ATM memang melandai tetapi tetap masih ada peningkatan. Pendapatan dari agen BRIlink tumbuh 33,34%," kata Direktur Konsumer BRI Handayani, Rabu (19/8).

Peningkatan FBI dari e-channel tersebut, lanjut Hanni, sejalan kesiapan adopsi teknologi dan digital yang dilakukan BRI.  Pandemi Covid-19, justru mempercepat digitalisasi layanan perbankan BRI.

Dari layanan e-channel, BRI meraup FBI sebesar Rp 2,97 triliun atau melonjak 61,2% YoY. E-channel ini menyumbang porsi 40% terhadap total FBI perseroan, naik dari porsi 30% pada periode yang sama tahun lalu.

Lalu, pendapatan terkait non e-channel tumbuh 13,6% menjadi Rp 446 miliar,  pendapatan administrasi deposit meningkat 6,9% menjadi Rp 2,05 triliun, fee terkait insurance meningkat 6,5% menjadi Rp 176 miliar.

Sedangkan pendapatan fee dari administrasi kredit turun 8,1% menjadi Rp 726 miliar, trade finance dan terkait bisnis internasional turun 3,2% menjadi Rp 778 miliar, dan fee dari yang lainnya turun 2,2% menjadi Rp 278 miliar. Hanni memperkirakan FBI dari e-channel ini masih akan terus meningkat.

Sementara pendapatan bunga BRI per Juni 2020 mengalami penurunan sebesar 6,9% menjadi Rp 53,16 triliun. Pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) turun 10,2% YoY menjadi Rp 34,5 triliun.

Bank Mandiri juga mencatat pertumbuhan signifikan FBI dari channel digital yakni 34,5% YoY menjadi Rp 433 miliar. Total FBI dari layanan e-channel bank ini tumbuh 3,9% menjadi Rp 864 miliar.




TERBARU

[X]
×