kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Transaksi Digital Meledak, Jadi Mesin Baru Pendapatan Perbankan


Sabtu, 28 Maret 2026 / 11:47 WIB
Transaksi Digital Meledak, Jadi Mesin Baru Pendapatan Perbankan
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah di Bank Mandiri, Jakarta (KONTAN/Baihaki). Bank Mandiri catat lonjakan pendapatan Rp 625 miliar dari transaksi digital. Rahasia di balik angka fantastis ini perlu Anda ketahui!


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Transaksi digital perbankan kian tak terbendung dan kini menjelma menjadi salah satu motor utama pendapatan berbasis komisi (fee based income) bank.

Lonjakan ini didorong inovasi layanan digital yang semakin masif serta perubahan perilaku nasabah.

Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan, volume transaksi pembayaran digital perbankan nasional mencapai 4,67 miliar hingga Februari 2026, melonjak 40,35% secara tahunan.

Tren ini langsung tercermin pada kinerja sejumlah bank besar.

Baca Juga: Bank-bank Besar Masih Jadi Jawara Transaksi Digital Banking pada Kuartal III-2025

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), misalnya, mencatat 738,7 juta transaksi digital melalui aplikasi Livin hingga Februari 2026, tumbuh 28% secara tahunan.

Dari aktivitas tersebut, bank ini mengantongi fee based income sebesar Rp 625 miliar, melonjak 45,3% dibandingkan periode sama tahun lalu.

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, menegaskan, peningkatan transaksi digital ikut mendorong efisiensi biaya.

 

“Kinerja ini didukung semakin aktifnya transaksi nasabah melalui berbagai kanal digital,” ujarnya.

Tren serupa juga terjadi di PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN). Hingga Februari 2026, BTN membukukan 53,7 juta transaksi digital atau tumbuh lebih dari 57% secara tahunan, dengan nilai mencapai Rp 27,6 triliun, naik 11%.

Baca Juga: Pembayaran Digital Marak, Krom Bank Catat Lonjakan Transaksi 527% per November 2025

SEVP Digital Business BTN Thomas Wahyudi menyebut, mayoritas transaksi dilakukan melalui aplikasi Bale, terutama untuk transfer, pembayaran QRIS, hingga kebutuhan harian seperti token listrik dan top up e-wallet.

Kontribusi transaksi digital terhadap fee based income BTN pun terus menguat, dengan pertumbuhan 12% sepanjang 2025.

BTN pun memasang target agresif. Hingga akhir 2026, bank ini membidik 300 juta transaksi digital dengan nilai lebih dari Rp 165,7 triliun.

Untuk mencapainya, BTN akan memperkuat fitur dan layanan, meningkatkan infrastruktur TI, memperluas ekosistem merchant, serta menggencarkan promosi.

Sementara itu, KB Bank mencatat 260 juta transaksi digital sepanjang 2025, naik 46% secara tahunan dengan nilai Rp 58 triliun atau tumbuh 30%. Transaksi digital bahkan telah menyumbang lebih dari separuh fee income bank tersebut.

Baca Juga: Data Transaksi QRIS Jadi Dasar Baru Bank Menilai Kelayakan Kredit Nasabah

Presiden Direktur KB Bank Kunardy Lie mengatakan, pertumbuhan akan terus didorong lewat peningkatan pengguna aktif, perluasan use case, serta penguatan fitur dan keamanan.

“Kami menargetkan pertumbuhan transaksi digital yang lebih tinggi ke depan,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×