Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank bjb Syariah melihat kenaikan suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) di perbankan konvensional menjadi peluang untuk mendorong pertumbuhan pembiayaan pemilikan rumah (PPR) berbasis syariah. Perseroan menilai masyarakat mulai beralih ke skema pembiayaan syariah yang menawarkan kepastian cicilan tetap hingga lunas.
Direktur Utama Bank bjb Syariah Arief Setyahadi mengatakan, hingga pertengahan 2026 kinerja pembiayaan PPR perseroan masih mencatatkan pertumbuhan positif meski kondisi pasar properti belum sepenuhnya pulih.
"Sampai dengan pertengahan tahun 2026, PPR bank bjb syariah tetap mencatatkan pertumbuhan positif. Tren tingginya suku bunga PPR di bank konvensional menjadi alasan masyarakat beralih mencari alternatif pembiayaan yang lebih stabil dengan kepastian angsuran hingga lunas, yang merupakan keunggulan pembiayaan syariah," ujar Arief kepada Kontan.co.id, Selasa (11/8/2026).
Baca Juga: Pembiayaan KPR BCA Syariah Tumbuh 26,1% Jadi Rp 1,72 Triliun pada Semester I-2026
Hingga Juni 2026, realisasi pembiayaan PPR iB Maslahah Bank bjb Syariah tumbuh 3,34% secara tahunan (year on year/YoY). Menurut Arief, pertumbuhan tersebut juga mencerminkan kebijakan perseroan yang tetap selektif dalam menyalurkan pembiayaan untuk menjaga kualitas aset.
"Pertumbuhan tersebut dicapai dengan tetap mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan PPR," katanya.
Memasuki semester II-2026, Bank bjb Syariah optimistis bisnis pembiayaan rumah masih memiliki prospek positif. Perseroan memproyeksikan portofolio PPR hingga akhir tahun dapat tumbuh sekitar 5,09% secara tahunan.
Untuk mencapai target tersebut, Bank bjb Syariah telah menyiapkan sejumlah strategi. Salah satunya adalah memperkuat penyaluran pembiayaan kepada segmen nasabah yang memiliki profil risiko baik guna menjaga kualitas pembiayaan tetap sehat.
Selain itu, perseroan akan memperluas penetrasi pasar pada segmen aparatur sipil negara (ASN), pegawai badan usaha milik negara (BUMN), badan usaha milik daerah (BUMD), instansi pemerintah lainnya, hingga kalangan profesional seperti dokter dan pegawai rumah sakit yang memiliki pendapatan stabil.
Baca Juga: Askrindo Pertahankan Peringkat idAA+, Fundamental Bisnis Tetap Solid
Di sisi lain, Bank bjb Syariah juga akan mengoptimalkan pemasaran produk PPR iB Maslahah melalui peningkatan kualitas layanan. Perseroan berupaya menghadirkan proses pembiayaan yang sesuai service level agreement (SLA) dan lebih adaptif terhadap kebutuhan calon nasabah.
Arief optimistis, strategi tersebut dapat menopang pertumbuhan pembiayaan rumah hingga akhir tahun sekaligus menjaga kualitas portofolio pembiayaan di tengah dinamika pasar properti dan tren suku bunga yang masih tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
