kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.077   77,00   0,43%
  • IDX 5.840   -101,28   -1,70%
  • KOMPAS100 772   -13,86   -1,76%
  • LQ45 581   -8,07   -1,37%
  • ISSI 203   -2,64   -1,28%
  • IDX30 329   -5,24   -1,57%
  • IDXHIDIV20 407   -5,51   -1,34%
  • IDX80 87   -1,44   -1,63%
  • IDXV30 111   -2,14   -1,88%
  • IDXQ30 106   -1,74   -1,61%

Pembiayaan Pemilikan Rumah (PPR) Bank BJB Syariah Tumbuh Sekitar 4% hingga Mei 2026


Kamis, 04 Juni 2026 / 15:42 WIB
Pembiayaan Pemilikan Rumah (PPR) Bank BJB Syariah Tumbuh Sekitar 4% hingga Mei 2026
ILUSTRASI. Bunga KPR konvensional terus naik? Bank BJB Syariah menargetkan pertumbuhan pembiayaan rumah 6%. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tingginya suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) di perbankan konvensional masih menjadi peluang bagi industri pembiayaan pemilikan rumah (PPR) berbasis syariah untuk terus berkembang.

PT Bank BJB Syariah menilai pembiayaan rumah syariah masih memiliki prospek yang menjanjikan meski dihadapkan pada berbagai tantangan ekonomi dan dinamika sektor properti.

Direktur Utama Bank BJB Syariah Arief Setyahadi mengungkapkan bahwa kinerja pembiayaan pemilikan rumah (PPR) perseroan masih mencatatkan pertumbuhan positif hingga pertengahan tahun ini. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap pembiayaan rumah berbasis syariah tetap terjaga di tengah tingginya bunga KPR konvensional.

Hingga Mei 2026, realisasi pembiayaan pemilikan rumah (PPR) Bank BJB Syariah tumbuh sekitar 4% secara tahunan atau year on year (yoy). Pertumbuhan tersebut menjadi indikator bahwa segmen pembiayaan perumahan syariah masih memiliki potensi yang cukup besar untuk berkembang.

"Perkembangan pembiayaan pemilikan rumah bank bjb syariah masih memiliki prospek yang baik dengan tumbuh positif di tengah tren suku bunga KPR bank konvensional yang masih tinggi," ujar Arief kepada Kontan.co.id, Rabu (3/6/2026).

Baca Juga: BTN Gandeng Pinhome Hadirkan KPR Digital

Tantangan Industri Pembiayaan Perumahan

Meski prospek pembiayaan rumah syariah dinilai masih positif, Arief mengakui bahwa industri pembiayaan perumahan saat ini menghadapi sejumlah tantangan. Salah satu faktor utama adalah tingginya tingkat suku bunga yang masih membebani calon pembeli rumah.

Selain itu, melemahnya daya beli masyarakat juga turut memengaruhi permintaan pembiayaan rumah. Di saat yang sama, sejumlah pengembang atau developer memilih menunda ekspansi proyek perumahan akibat kondisi pasar yang belum sepenuhnya pulih.

Persaingan di sektor pembiayaan perumahan pun semakin ketat. Bank-bank konvensional terus menawarkan berbagai program promosi dan insentif untuk menarik minat konsumen, sehingga mendorong persaingan yang lebih agresif di pasar KPR dan PPR.

Target Pertumbuhan PPR 6% pada 2026

Menghadapi kondisi tersebut, Bank BJB Syariah tetap memasang target pertumbuhan pembiayaan PPR sebesar 6% secara tahunan sepanjang 2026. Target tersebut ditetapkan dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi nasional, perkembangan industri perbankan, serta prospek sektor properti.

Untuk mencapai target tersebut, perseroan telah menyiapkan sejumlah strategi bisnis yang difokuskan pada segmen nasabah dengan profil risiko relatif rendah dan kualitas pembiayaan yang lebih terjaga.

Baca Juga: Hingga Mei 2026, Penyaluran Pembiayaan KPR BSN Capai Rp 5,31 Triliun

Bank BJB Syariah akan memperkuat penetrasi ke segmen aparatur sipil negara (ASN), pegawai badan usaha milik negara (BUMN), badan usaha milik daerah (BUMD), serta pegawai yang menerima gaji melalui layanan payroll Bank BJB Syariah.

Perseroan juga menawarkan margin pembiayaan yang kompetitif guna meningkatkan daya tarik produk pembiayaan rumah syariah dibandingkan dengan produk sejenis di industri perbankan.

Perluas Kerja Sama dengan Developer

Selain fokus pada segmen pasar tertentu, Bank BJB Syariah juga terus memperluas kerja sama dengan berbagai pihak ketiga untuk memperbesar akses pasar. Langkah tersebut dilakukan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta pengelolaan risiko yang optimal.

Kerja sama dengan developer terpilih juga menjadi salah satu strategi utama perseroan dalam mendorong pertumbuhan pembiayaan pemilikan rumah. Melalui kolaborasi tersebut, Bank BJB Syariah berharap dapat meningkatkan akuisisi nasabah baru sekaligus mempercepat proses pembiayaan.

"Dengan strategi ini diharapkan pertumbuhan penyaluran pembiayaan pemilikan rumah dapat mencapai target yang diharapkan dengan kualitas pembiayaan yang sehat serta risiko yang tetap terkendali," ujar Arief.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×