kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.011,48   2,44   0.24%
  • EMAS943.000 -0,21%
  • RD.SAHAM -1.07%
  • RD.CAMPURAN -0.35%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Bank DBS Indonesia Salurkan Pendanaan Rp 100 Miliar Kepada Modalku


Selasa, 31 Mei 2022 / 18:51 WIB
Bank DBS Indonesia Salurkan Pendanaan Rp 100 Miliar Kepada Modalku
ILUSTRASI. Senior Vice President Institutional Banking Group DBS Indonesia, Natalia Ratulangi dan Co-Founder & CEO PT Mitrausaha Indonesia Grup (Modalku) Reynold Wijaya saat penandatanganan nota kesepahaman pemberian pinjaman di Jakarta (31/5).


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank DBS Indonesia bekerja sama dengan Modalku dalam menyediakan pembiayaan sebesar Rp 100 miliar dalam bentuk channeling. Bank DBS Indonesia berperan sebagai pemberi pinjaman institusi (institutional lender) untuk disalurkan kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang tergabung di Modalku.

Selain pinjaman, Bank DBS Indonesia juga menyediakan layanan perbankan korporasi digital DBS IDEAL untuk membantu mempermudah transaksi harian Modalku. Kerja sama ini merealisasikan aspirasi Bank DBS Indonesia dalam menjangkau UMKM, segmen yang selama ini belum tersentuh oleh Bank DBS Indonesia.

Director Institutional Banking Group PT Bank DBS Indonesia Kunardy Lie mengatakan melalui kerja sama yang kami jalin dengan Modalku, secara tidak langsung Bank DBS Indonesia memberikan dukungan dan turut berkontribusi pada pertumbuhan UMKM di Indonesia.

Ke depannya, Bank DBS Indonesia ingin bekerja sama dengan lebih banyak pihak ketiga untuk membangun ecosystem digital seiring dengan komitmen kami untuk terus mempercepat inklusi keuangan di Indonesia.

Baca Juga: DBS Treasures Private Client Membidik Generasi Muda High Net Worth Individual

"Selain itu, dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan UMKM, DBS IDEAL mempermudah dan mempercepat proses transaksi perbankan korporasi dengan memungkinkan nasabah untuk dapat melakukan transaksi kapan saja dan di mana saja, melacak transaksi secara real-time, transparan dan informatif. Sehingga, pelaku UMKM dapat fokus pada hal yang penting, yakni mengembangkan bisnis itu sendiri," ujarnya dalam keterangan tertulis pada Selasa (31/5).

Sedangkan Modalku bertujuan menciptakan dunia keuangan yang lebih inklusif dan inovatif dengan mendukung pengelolaan aliran kas untuk kebutuhan operasional usaha dan menghubungkan UMKM potensial dengan pendana. Selama enam tahun berjalan sejak 2016, Grup Modalku telah menyalurkan pendanaan sebesar Rp 34,89 triliun di lima negara di Asia Tenggara, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

“Sebuah kehormatan bagi Modalku dapat bekerja sama dengan Bank DBS Indonesia. Hal ini tentunya juga sejalan dengan nilai gotong royong yang merupakan bagian dari model bisnis Modalku. Kami melihat adanya kesamaan misi dengan Bank DBS Indonesia untuk memberikan akses permodalan sehingga dapat memberikan dukungan kepada para pelaku bisnis UMKM untuk terus berkembang. Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia,” jelas Co-Founder & CEO Modalku Reynold Wijaya.

Grup Modalku yang juga dikenal di Asia Tenggara sebagai Funding Societies telah menyalurkan pendanaan kepada lebih dari lima juta transaksi pinjaman UMKM. Area penyaluran dana juga tidak terbatas di Pulau Jawa, tetapi juga ke luar pulau Jawa yang dapat direalisasikan melalui kolaborasi dengan berbagai platform digital sebagai mitra Modalku.

Baca Juga: Grup Modalku Lanjutkan Ekspansi ke Vietnam

Hingga saat ini, lebih dari 200.000 pendana, baik individu maupun institusi, telah berkontribusi meminjamkan dananya kepada UMKM melalui Modalku dengan jumlah akun yang masih didominasi oleh pendana individu. Dalam menjalankan bisnis, Modalku selalu menerapkan prinsip Responsible Lending, di mana Modalku melakukan penilaian terhadap UMKM peminjam sebagai bentuk tanggung jawab kepada pendana yang meminjamkan dananya melalui Modalku.

Modalku juga secara berkelanjutan berkomunikasi dan berdiskusi bersama UMKM guna menemukan solusi bisnis yang tepat dalam mendukung kebutuhan UMKM untuk mengembangkan usahanya di masa pandemi.

“Meski pandemi Covid-19 awalnya menjadi tantangan yang cukup besar, namun saat ini rasanya pandemi membawa dampak yang positif dalam hal adopsi digitalisasi. Hal ini tentunya membuat prospek industri di bidang financial technology semakin positif. Berbagai inovasi yang diciptakan salah satunya melalui kerja sama dengan Bank DBS Indonesia ini dapat menjadi momentum untuk terus berkembang menjadi industri yang lebih sehat, berkualitas, serta berkelanjutan,” tutup Reynold.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×