kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -20.000   -0,77%
  • USD/IDR 17.909   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.926   -10,17   -0,17%
  • KOMPAS100 765   -0,18   -0,02%
  • LQ45 589   -1,71   -0,29%
  • ISSI 206   -0,73   -0,35%
  • IDX30 328   -1,45   -0,44%
  • IDXHIDIV20 422   -0,98   -0,23%
  • IDX80 87   -0,08   -0,10%
  • IDXV30 116   -0,04   -0,04%
  • IDXQ30 108   -0,46   -0,42%

Bank Digital Masih Agresif Gaet Nasabah Lewat Bunga Deposito


Rabu, 14 Oktober 2026 / 05:05 WIB
Bank Digital Masih Agresif Gaet Nasabah Lewat Bunga Deposito
ILUSTRASI. Bunga deposito bank digital mencapai 9% per tahun. Simak daftar bank, pilihan tenor, dan risiko bunga tinggi bagi profitabilitas perbankan. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Aura Putri | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penawaran bunga deposito tinggi menjadi salah satu strategi bank digital untuk memperkuat penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) di tengah persaingan perbankan yang semakin ketat.

Sejumlah bank bahkan menawarkan bunga deposito hingga 9% per tahun, dengan tenor yang bervariasi untuk menarik nasabah baru maupun mempertahankan nasabah lama.

Mengutip situs resmi masing-masing bank pada Selasa (13/10/2026), Amar Bank menawarkan bunga deposito hingga 9% per tahun untuk tenor 36 bulan. Allo Bank juga menawarkan bunga hingga 9% per tahun bagi nasabah baru yang membuka deposito pada hari Rabu, dengan tenor hingga 24 bulan.

Bank INA melalui layanan Binadigital menawarkan bunga deposito hingga 8,5% per tahun. Penawaran tersebut merupakan bagian dari program promosi yang berlangsung hingga 28 Oktober 2026.

Baca Juga: Asing Masih Gencar Lepas Saham Big Banks, Cek yang Paling Banyak Dijual

Sementara itu, Krom Bank menawarkan bunga deposito hingga 8% per tahun melalui produk Krom Max untuk tenor 12 bulan. Bank Jago menawarkan bunga deposito hingga 6,25% per tahun, sedangkan SeaBank memberikan bunga hingga 6% per tahun untuk tenor 12 bulan.

Tingginya penawaran bunga deposito tersebut tidak terlepas dari kebutuhan bank digital untuk memperkuat sumber pendanaan, terutama ketika ekspansi kredit membutuhkan dukungan likuiditas yang memadai.

Digital Strategy Head Allo Bank Destya D. Pradityo mengatakan, penawaran bunga deposito yang menarik memang dapat membantu bank mendapatkan nasabah baru. Namun, menurut dia, strategi penghimpunan dana tidak hanya bergantung pada tingkat bunga.

“Bunga adalah pintu masuk untuk membangun hubungan jangka panjang dengan nasabah,” ujar Destya kepada Kontan, Senin (12/10/2026).

Ia menjelaskan, Allo Bank menetapkan tingkat bunga deposito secara selektif dengan mempertimbangkan kebutuhan pendanaan, persaingan industri, serta upaya menjaga biaya dana dan margin tetap sehat.

Di sisi lain, Destya mengakui rasio kredit terhadap dana pihak ketiga atau loan to deposit ratio (LDR) Allo Bank saat ini berada di atas level ideal.

Per Agustus 2026, LDR Allo Bank tercatat mencapai 180,4%, meningkat dibandingkan posisi 97,3% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

"Terkait LDR, kami menyadari rasionya saat ini berada di atas level ideal. Hal ini terutama disebabkan oleh berkurangnya penempatan deposito korporasi berskala besar," ungkapnya.

Baca Juga: Kerugian Bisnis Tak Otomatis Pidana, IFG Soroti Penerapan Business Judgment Rule

Untuk menjaga keseimbangan pendanaan, Allo Bank berupaya meningkatkan penghimpunan dana ritel yang lebih terdiversifikasi. Bank tersebut juga menargetkan LDR kembali secara bertahap ke kisaran 80%–100%.

LDR Bank Digital Bervariasi

Meski kebutuhan pendanaan menjadi salah satu pendorong penawaran bunga deposito tinggi, perkembangan LDR setiap bank digital menunjukkan kondisi yang berbeda.

Amar Bank, misalnya, mencatat LDR sebesar 178,2% per Agustus 2026. Rasio tersebut menurun dibandingkan 213,1% pada periode yang sama tahun lalu.

Krom Bank juga mencatat penurunan LDR menjadi 88,9% per Agustus 2026, dari sebelumnya 122,1% secara tahunan.

Presiden Direktur Krom Bank Anton Hermawan mengatakan, bunga deposito menjadi salah satu instrumen penting bagi bank untuk menjaga daya saing dalam menghimpun dana sekaligus mempertahankan loyalitas nasabah.

"Krom Bank beroperasi di tengah persaingan penghimpunan dana yang cukup ketat, sehingga tingkat bunga deposito menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga daya saing sekaligus mempertahankan loyalitas nasabah," ujar Anton kepada Kontan, Selasa (13/10/2026).

Menurut Anton, deposito merupakan salah satu kontributor terbesar dalam pertumbuhan DPK Krom Bank. Penetapan suku bunga deposito juga mempertimbangkan berbagai faktor ekonomi, termasuk suku bunga acuan, tingkat inflasi, pertumbuhan ekonomi, serta kebutuhan likuiditas perbankan.

Baca Juga: BSI Bidik Generasi Muda untuk Perluas Penetrasi Keuangan Syariah

"Saat ini Krom Bank mencermati dan menganalisis semua faktor yang dapat mempengaruhi penentuan suku bunga tersebut," katanya.

Bunga Deposito Tinggi Berisiko Menekan Profitabilitas

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M. Rizal Taufikurahman menilai, tingginya bunga deposito yang ditawarkan bank digital mencerminkan persaingan agresif dalam menghimpun dana di tengah kondisi likuiditas perbankan yang ketat.

Namun, strategi tersebut juga memiliki konsekuensi terhadap biaya dana atau cost of fund. Semakin tinggi bunga yang dibayarkan kepada deposan, semakin besar pula biaya yang harus ditanggung bank untuk memperoleh pendanaan.

Kondisi ini berpotensi menekan margin bunga bersih dan profitabilitas apabila kenaikan biaya dana tidak diimbangi pertumbuhan kredit yang menghasilkan pendapatan memadai.

“Jika tidak diimbangi pertumbuhan kredit produktif dan pengelolaan risiko yang memadai, persaingan bunga tinggi berpotensi menggerus profitabilitas dan memperbesar risiko likuiditas,” ujar Rizal kepada Kontan, Minggu (12/10/2026).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×