Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Emas di Indonesia telah meluncur pasca diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto. Kehadirannya dinilai mampu menambah cadangan emas batangan yang dimiliki oleh Indonesia, setidaknya hingga 440 ton.
Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan bahwa saat ini cadangan emas batangan yang dimiliki Indonesia hanya sekitar 201 ton. Di mana, itu masih tertinggal dari negara tetangga seperti Singapura.
“Saya hitung-hitung sama Pak Menko Perekonomian, cadangan emas batangannya sama Singapura masih kalah. Mereka memiliki sekitar 228 ton,” ujarnya, Rabu (26/2).
Baca Juga: Saham BSI Turun 4,01% Saat Resmi Jadi Bank Emas Syariah Pertama di Indonesia
Lebih lanjut, Erick bilang cadangan emas RI saat ini yang ada di bank sentral sekitar 80 ton, lalu PT Pegadaian memiliki kurang lebih Rp 110 ton, dan terakhir di PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memiliki 17,5 ton.
Erick menambahkan dalam lima tahun ke depan, dari Pegadaian ada potensi sekitar 219 ton. Ia berharap BSI pun juga bisa memiliki potensi yang sama.
“Kadang-kadang BUMN itu perlu dipanas-panasin untuk bersaing sehingga BSI pun kalau bisa capai 219 ton, maka totalnya sekitar 440 ton,” ujarnya.
Baca Juga: Prabowo Resmikan Bank Emas, Diharapkan Menambah PDB Rp 245 Triliun
Erick menyebut ada potensi lain yang bisa digarap bank emas. Diperkirakan di masyarakat Indonesia beredar emas sekitar 1.800 ton yang disimpan secara mandiri.
Dengan hadirnya bank emas, pemerintah ingin mengundang masyarakat untuk percaya kepada sistem keuangan yang formal.
“Kita harus meyakinkan masyarakat bahwa ini adalah sistem keuangan yang aman. Layanan-layanan dari bank emas akan memudahkan masyarakat mengalirkan menjadi bagian perdagangan emas nasional,” tandasnya.
Selanjutnya: Sat Nusapersada (PTSN) Bakal Pasok Baterai untuk AirTag Apple
Menarik Dibaca: Bali Soap Luncurkan Produk Body Butter dan Hand Cream Terbaru
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News