kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Bank Ina belum tertarik masuk sektor infrastruktur


Rabu, 02 Agustus 2017 / 17:27 WIB


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Sektor infrastruktur menjadi sektor seksi bagi berbagai lembaga keuangan yang ingin meningkatkan portofolio kredit. Namun, ada juga bank yang memilih tak terjun ke sektor ini. 

PT Bank Ina Perdana Tbk misalnya, mengatakan belum tertarik untuk masuk ke sektor infrastruktur, termasuk penunjangnya.

Direktur Utama Bank Ina Perdana Edy Kuntardjo menyebut, pihaknya belum memiliki pengalaman yang cukup untuk memasuki sektor infrastruktur.

Belum lagi, menurutnya, meski sektor infrastruktur mencatat pertumbuhan yang tinggi, sektor ini sangat bergantung dari dana pemerintah.

"Kami tidak punya pengalaman di pembiayaan penunjang infrastruktur, di samping itu, ada kekhawatiran arus kas tidak lancar bila (proyek) pemerintah molor karena keterbatasan APBN," kata Edy, Rabu (2/8).

Bank Ina saat ini masih fokus pada kredit ritel seperti komersial dan konsumsi. Sampai akhir Juni lalu, bank berkode saham BINA ini mencatatkan kredit Rp 1,21 triliun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×