kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   -17.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.988   -10,00   -0,06%
  • IDX 6.122   -26,16   -0,43%
  • KOMPAS100 793   -5,23   -0,65%
  • LQ45 608   -3,65   -0,60%
  • ISSI 212   -0,09   -0,04%
  • IDX30 337   -1,94   -0,57%
  • IDXHIDIV20 427   -0,46   -0,11%
  • IDX80 91   -0,65   -0,71%
  • IDXV30 115   -0,40   -0,35%
  • IDXQ30 110   -0,10   -0,09%

Bank Ina belum tertarik masuk sektor infrastruktur


Rabu, 02 Agustus 2017 / 17:27 WIB


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Sektor infrastruktur menjadi sektor seksi bagi berbagai lembaga keuangan yang ingin meningkatkan portofolio kredit. Namun, ada juga bank yang memilih tak terjun ke sektor ini. 

PT Bank Ina Perdana Tbk misalnya, mengatakan belum tertarik untuk masuk ke sektor infrastruktur, termasuk penunjangnya.

Direktur Utama Bank Ina Perdana Edy Kuntardjo menyebut, pihaknya belum memiliki pengalaman yang cukup untuk memasuki sektor infrastruktur.

Belum lagi, menurutnya, meski sektor infrastruktur mencatat pertumbuhan yang tinggi, sektor ini sangat bergantung dari dana pemerintah.

"Kami tidak punya pengalaman di pembiayaan penunjang infrastruktur, di samping itu, ada kekhawatiran arus kas tidak lancar bila (proyek) pemerintah molor karena keterbatasan APBN," kata Edy, Rabu (2/8).

Bank Ina saat ini masih fokus pada kredit ritel seperti komersial dan konsumsi. Sampai akhir Juni lalu, bank berkode saham BINA ini mencatatkan kredit Rp 1,21 triliun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×