kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bank Jatim menargetkan KPR tumbuh 20%


Kamis, 05 Maret 2015 / 13:31 WIB
Produk high voltage kabel Voksel untuk proyek strategis PLN. Foto: DOK VOKS


Reporter: Issa Almawadi | Editor: Havid Vebri

JAKARTA. Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim) mengincar pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) minimal 20% di tahun ini. Target tersebut sedikit lebih rendah dibanding nilai outstanding KPR Bank Jatim hingga akhir 2014 yang tumbuh 26,71% menjadi Rp 1,3 triliun.

Menurut Ferdian Satyagraha, Manajer Hubungan Investor Bank Jatim, bisnis KPR di bank daerah memiliki tantangan penurunan suku bunga yang dilakukan bank-bank besar. "Kalau kompetitor KPR di Jatim itu bank besar," terang Ferdian kepada KONTAN, Kamis (5/3).

Meski begitu, Ferdian bilang, Bank Jatim sudah menyiapkan beberapa strategi untuk mendorong pertumbuhan KPR. Strategi yang dimaksud antara lain cross selling untuk nasabah eksisting, dan kerjasama dengan developer maupun komunitas untuk mengakuisisi nasabah baru.

Saat ini, bisnis KPR Bank Jatim mengincar segmen rumah kecil dan menengah. "Rata-rata harga rumah berkisar mulai dari Rp 150 juta hingga Rp 500 juta," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×