kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.000   0,00   0,00%
  • IDX 7.184   136,22   1,93%
  • KOMPAS100 993   21,00   2,16%
  • LQ45 727   10,98   1,53%
  • ISSI 257   5,98   2,38%
  • IDX30 393   4,71   1,21%
  • IDXHIDIV20 487   -0,17   -0,03%
  • IDX80 112   2,02   1,84%
  • IDXV30 135   -0,77   -0,57%
  • IDXQ30 128   1,38   1,08%

Bank Mandiri incar pendapatan fee dari EDC Rp 1 triliun


Kamis, 28 Juni 2018 / 14:36 WIB
ILUSTRASI. Mesin Electronic Data Capture (EDC) Bank Mandiri


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk incar pendapatan non-bunga atau fee based income dari transaksi melalui mesin gesek elektronic data capture (EDC) sebesar Rp 1 triliun.

Saat ini fee based income Bank Mandiri dari transaksi EDC sebesar Rp 400 miliar-Rp 500 miliar.

"Fee based income dari EDC ini berasal dari gabungan kartu debit dan kredit," kata Jasmin, SEVP Consumer & Transaction Banking Bank Mandiri ketika ditemui setelah acara seremoni penyerahan hadiah program undian Mandiri EDC, Kamis (28/6).

Sampai akhir 2018 ini, ditargetkan fee based income dari pendapatan non bunga bisa mengalami kenaikan sebesar 12% secara tahunan atau year on year (yoy).

Untuk meningkatkan fee based income dari EDC ini, Bank Mandiri berusaha menigkatkan transaksi dan penggunaan EDC. Salah satu pendorong kenaikan transaksi EDC adalah momen libur lebaran natal dan tahun baru.

Di luar momen itu, Bank Mandiri terus melakukan promo untuk mengangkat transaksi merchant EDC. Salah satunya adalah program cashless dan beberapa promo transaksi EDC seperti redeem poin.

Saat ini sebagai gambaran, Bank Mandiri memiliki 220.000 EDC. Sampai akhir tahun diharapkan jumlah EDC ditargetkan sebanyak 250.000 EDC.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×