kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.801   -29,00   -0,17%
  • IDX 8.260   127,92   1,57%
  • KOMPAS100 1.168   22,26   1,94%
  • LQ45 840   10,28   1,24%
  • ISSI 294   6,07   2,10%
  • IDX30 435   4,41   1,02%
  • IDXHIDIV20 519   0,72   0,14%
  • IDX80 130   2,27   1,77%
  • IDXV30 142   0,98   0,69%
  • IDXQ30 141   0,28   0,20%

Bank Mandiri mau ikut LKD, bidik 1.500 agen


Kamis, 22 Mei 2014 / 15:33 WIB
Bank Mandiri mau ikut LKD, bidik 1.500 agen
ILUSTRASI. Uang rupiah.


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengajukan rencana untuk menjalankan bisnis Layanan Keuangan Digital (LKD) kepada otoritas yakni Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain menyiapkan teknologi pendukung layanan digital, sumber daya manusia juga perlu disiapkan.

Heri Kunardi, Direktur Mikro dan Ritel Bank Mandiri mengatakan, pihaknya, akan mengincar agen sebanyak 1.500 agen untuk layanan ini. "Kami membidik agen dengan komposisi 20% agen berbadan hukum, kemudian 80% agen yang tidak badan hukum," kata Heri, kepada KONTAN, Kamis (22/5).

Sayangnya, ia belum dapat menyampaikan target pendirian LKD karena masih proses persiapan infrastruktur dan perizinan.

OJK sebelumnya mengatakan, bank yang bisa menjalankan layanan ini adalah yang masuk dalam kategori kegiatan usaha (BUKU) 4, atau bermodal inti di atas Rp 30 triliun. Namun, regulator jasa keuangan ini berencana mengkaji lagi keikutsertaan, berhubung pernah meluncurkan pilot project yang pernah diikuti lima bank, yaitu Bank Rakyat Indonesia (BRI), CIMB Niaga, Bank Mandiri, BTPN, dan Bank Sinar Harapan Bali. Hanya BRI yang masuk BUKU 4 di antara peserta pilot project.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×