kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.577.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 40,99 Triliun di 2025, Fokus Sektor Produksi


Jumat, 09 Januari 2026 / 10:39 WIB
Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 40,99 Triliun di 2025, Fokus Sektor Produksi
ILUSTRASI. KUR Bank Mandiri (Dok/Bank Mandiri)


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk masih menjadi salah satu penopang utama penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di tengah upaya pemerintah menggerakkan sektor produktif dan UMKM. Sepanjang 2025, bank berkode saham BMRI ini menyalurkan KUR sebesar Rp 40,99 triliun kepada 355.658 pelaku usaha di seluruh Indonesia.

Dari sisi kualitas, rasio kredit bermasalah (NPL) KUR Bank Mandiri masih terjaga di bawah 1%, mencerminkan risiko pembiayaan yang relatif terkendali. Penyaluran ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang menempatkan UMKM sebagai tulang punggung penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi domestik.

Direktur Utama Bank Mandiri Riduan menyebut, KUR masih menjadi instrumen penting untuk menjaga denyut sektor riil, terutama di tengah tantangan ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

“Pembiayaan ini diharapkan bisa membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas usahanya,” kata Riduan, dalam siaran pers, Jumat (9/1).

Dari total penyaluran sepanjang 2025, sebanyak 61,54% atau sekitar Rp 25,13 triliun mengalir ke sektor-sektor produksi. Sektor pertanian masih menjadi penyerap terbesar dengan nilai Rp 12,75 triliun atau 31,23% dari total KUR. Disusul sektor jasa produksi sebesar Rp 8,76 triliun (21,45%), industri pengolahan Rp 3,03 triliun (7,43%), dan perikanan Rp 562 miliar (1,38%).

Baca Juga: Penjualan SBN Ritel Bank Mandiri Tembus Rp 21 Triliun Sepanjang 2025

Fokus pada sektor produksi ini mencerminkan upaya perbankan mengarahkan pembiayaan ke kegiatan usaha yang dinilai memiliki efek berganda terhadap perekonomian, terutama dalam menjaga pasokan pangan dan aktivitas industri skala kecil.

Untuk menekan risiko, Bank Mandiri menerapkan pendekatan pembiayaan berbasis ekosistem, dengan mengaitkan pembiayaan UMKM ke rantai usaha yang lebih besar, terutama di sektor-sektor unggulan daerah. Pola ini bertujuan menjaga kesinambungan usaha debitur sekaligus memperbaiki kualitas portofolio kredit.

Di sisi layanan, transaksi dan pembayaran angsuran KUR juga banyak ditopang melalui jaringan Mandiri Agen yang tersebar di berbagai wilayah, sekaligus menjadi pintu masuk bagi edukasi keuangan dan penggunaan layanan digital di kalangan pelaku UMKM.

Memasuki 2026, Bank Mandiri menyatakan akan tetap mengikuti arah kebijakan pemerintah dalam mempercepat penyaluran KUR, dengan tetap mengandalkan pendekatan berbasis ekosistem dan sinergi di dalam grup usaha.

Menurut Riduan, program KUR masih akan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan kredit sekaligus sarana menjaga keterkaitan perbankan dengan sektor riil. Ia menilai, selama pembiayaan bisa dijaga tetap selektif dan tepat sasaran, KUR masih akan berperan besar dalam menopang aktivitas ekonomi UMKM dan penciptaan lapangan kerja.

Baca Juga: Dana Pensiun Bank Mandiri Alihkan Strategi Investasi Jangka Pendek

Selanjutnya: Motorola Razr 60 Edisi Piala Dunia 2026: Desain Eksklusif, Harga Rp 11 Jutaan

Menarik Dibaca: Permasalahan Usia Anak dan Remaja yang Paling Sering Dikonsultasikan ke Psikolog

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×