kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.772.000   35.000   1,28%
  • USD/IDR 16.957   -16,00   -0,09%
  • IDX 9.010   -124,37   -1,36%
  • KOMPAS100 1.238   -17,33   -1,38%
  • LQ45 871   -12,96   -1,47%
  • ISSI 330   -4,30   -1,29%
  • IDX30 446   -8,42   -1,86%
  • IDXHIDIV20 522   -16,69   -3,10%
  • IDX80 137   -2,04   -1,46%
  • IDXV30 144   -4,36   -2,93%
  • IDXQ30 142   -3,40   -2,34%

Bank Mandiri Targetkan Nilai Transaksi Livin by Mandiri Naik Dua Kali Lipat Tahun Ini


Minggu, 26 Juni 2022 / 16:27 WIB
Bank Mandiri Targetkan Nilai Transaksi Livin by Mandiri Naik Dua Kali Lipat Tahun Ini
ILUSTRASI. Aplikasi Livin' by Mandiri telah mampu melayani hingga 700 juta transaksi dengan nilai transaksi mencapai lebih dari Rp 880 triliun.


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) akan terus mengoptimalkan layanan digital banking di sepanjang 2022. Terlebih aplikasi Livin' by Mandiri telah mampu melayani hingga 700 juta transaksi dengan nilai transaksi mencapai lebih dari Rp 880 triliun.

Kini layanan digital banking Livin’ by Mandiri sudah diunduh lebih 13 juta kali per 8 Juni 2022.

"Hingga akhir tahun, Bank Mandiri membidik bisa melayani 16 juta pengguna. Untuk transaksi kita harapkan bisa naik dua kali lipat dari tahun 2021 yang mencapai Rp 1.500 triliun," ujar SVP Transaction Banking Retail Sales Bank Mandiri Thomas Wahyudi, belum lama ini.

Baca Juga: Meski Ada BI Fast, Pendapatan Berbasis Komisi Bank dari Digital Banking Tetap Mekar

Thomas mengamini adanya tekanan pendapatan berbasis komisi (fee based income) karena penerapan BI Fast. Walaupun secara nominal turun, namun dengan jumlah transaksi yang besar, pendapatan berbasis komisi masih bisa dinikmati.

"Dengan beragam fitur dan layanan yang dimiliki, tren transaksi nasabah Bank Mandiri saat ini didominasi oleh Livin'. Sekarang, Livin' by Mandiri sudah mampu memproses hingga 11.000 transaksi per detik," tutur Thomas.

Sedangkan untuk fee based income, Bank Mandiri menargetkan bisa naik 10% hingga 12% walaupun ada tekanan dari BI Fast. "Kami yakin karena jumlah transaksinya naik,” jelasnya.

Guna mencapai target tersebut, Bank Mandiri bakal merilis berbagai produk dan fitur melengkapi Livin’ by Mandiri hingga penghujung tahun. Thomas mencontohkan fitur keuangan pay later menjadi salah satu fitur baru di Livin by Mandiri.

Baca Juga: Asumsi Ekonomi Tumbuh 5,17%, Bank Mandiri Proyeksi Kredit Perbankan Naik 7,5% di 2022

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×