Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika
Melalui fitur tersebut, nasabah dapat terhubung dengan call center tanpa biaya pulsa, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Layanan ini beroperasi 24 jam dan terintegrasi langsung dalam aplikasi, sehingga memangkas kebutuhan akses melalui jalur konvensional seperti telepon berbayar.
Di sisi teknologi, Bank Mandiri menyematkan kapabilitas artificial intelligence (AI) serta sistem verifikasi otomatis. Perseroan mengklaim fitur ini mampu mempercepat respons sekaligus meningkatkan keamanan layanan. Namun, efektivitas implementasi teknologi tersebut akan sangat bergantung pada kualitas eksekusi di lapangan, termasuk kecepatan respons agen dan akurasi sistem dalam menangani keluhan nasabah.
Direktur Operations Bank Mandiri Timothy Utama menyebut, Livin’ Call merupakan bagian dari penguatan layanan terintegrasi dalam satu platform digital.
“Melalui Livin’ Call, kami ingin memastikan nasabah dapat mengakses layanan secara lebih mudah dan efisien dalam satu platform terintegrasi,” ujar dalam siaran pers, Rabu (1/4).
Baca Juga: Bank Mandiri Dorong Skema Kredit UMKM Berbasis Ekosistem Guna Percepat Penyaluran KUR
Penguatan fitur ini sejalan dengan peran Livin’ sebagai kanal utama interaksi nasabah ritel. Hingga Februari 2026, aplikasi ini mencatat lebih dari 738,7 juta transaksi sejak awal tahun atau tumbuh sekitar 28% secara tahunan. Kenaikan ini menunjukkan adopsi layanan digital yang terus meningkat, sekaligus menuntut bank menjaga kualitas layanan agar tidak tertinggal dari ekspektasi pengguna.
Di tengah persaingan layanan digital perbankan yang kian ketat, penambahan fitur call center dalam aplikasi memang dapat menjadi nilai tambah. Namun, konsistensi layanan, keandalan sistem, serta kemampuan menyelesaikan masalah nasabah secara cepat tetap menjadi faktor penentu keberhasilan strategi ini.
Baca Juga: Pengguna Livin' by Mandiri Capai 38,5 Juta per Februari 2026













