kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.956.000   -17.000   -0,57%
  • USD/IDR 16.845   66,00   0,39%
  • IDX 8.104   -42,84   -0,53%
  • KOMPAS100 1.140   -5,81   -0,51%
  • LQ45 829   -3,44   -0,41%
  • ISSI 285   -2,28   -0,79%
  • IDX30 433   -0,67   -0,15%
  • IDXHIDIV20 521   1,04   0,20%
  • IDX80 127   -0,56   -0,44%
  • IDXV30 142   0,14   0,10%
  • IDXQ30 140   0,20   0,14%

Portofolio Pembiayaan Berkelanjutan Bank Mandiri Capai Rp 316 Triliun di Tahun 2025


Kamis, 05 Februari 2026 / 16:38 WIB
Portofolio Pembiayaan Berkelanjutan Bank Mandiri Capai Rp 316 Triliun di Tahun 2025
ILUSTRASI. Bank Mandiri terus memperkuat peran ESG dengan mencatatkan pembiayaan berkelanjutan capai Rp 316 triliun di tahun 2025.


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) terus memperkuat peran Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai bagian dari strategi bisnis dan operasional perusahaan. Upaya tersebut dijalankan melalui tiga pilar utama, yakni Sustainable Banking, Sustainable Operation, dan Sustainability Beyond Banking.

Direktur Utama Bank Mandiri Riduan mengatakan, hingga akhir Desember 2025 portofolio pembiayaan berkelanjutan BMRI mencapai Rp 316 triliun atau tumbuh 8% secara tahunan. Nilai tersebut terdiri dari pembiayaan hijau sebesar Rp 166 triliun dan pembiayaan sosial senilai Rp 150 triliun.

Ia menambahkan, pangsa pasar pembiayaan hijau Bank Mandiri tercatat lebih dari 35% di antara tiga bank besar nasional, mencerminkan peran aktif perseroan dalam mendukung transisi ekonomi berkelanjutan.

Pada pilar Sustainable Operation, Bank Mandiri menargetkan pencapaian Net Zero Emission (NZE) operasional pada 2030. Upaya ini dilakukan melalui pemantauan jejak karbon digital, optimalisasi konsep green building, penggunaan kendaraan listrik dan hybrid, serta pemasangan panel surya di sejumlah fasilitas operasional.

Baca Juga: Bank Mandiri (BMRI) Cetak Kenaikan Laba 0,93% Capai Rp 56,3 Triliun Sepanjang 2025

Selain itu, penguatan tata kelola perusahaan juga terus dilakukan, termasuk peningkatan keamanan siber, perlindungan data nasabah, serta penerapan prinsip transparansi guna menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan.

Sementara itu, pada pilar Sustainability Beyond Banking, fokus Bank Mandiri diarahkan pada perluasan inklusi keuangan dan penciptaan dampak sosial yang terukur. Hingga Desember 2025, sekitar 62,7% pengguna Livin’ Merchant merupakan pelaku UMKM yang berdomisili di wilayah non-urban, setara dengan sekitar 1,9 juta pengguna.

Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) juga terus diperluas dengan sasaran masyarakat yang kurang terlayani, selaras dengan target Sustainable Development Goals (SDGs).

Riduan menegaskan, komitmen keberlanjutan Bank Mandiri turut mendukung agenda pembangunan nasional, termasuk Asta Cita Presiden Prabowo yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, penguatan sektor pendidikan dan kesehatan, serta pembangunan sumber daya manusia yang berdaya saing.

 

Sejalan dengan berbagai inisiatif tersebut, Bank Mandiri memperoleh pengakuan dari lembaga pemeringkat global. Salah satunya melalui peningkatan skor ESG Risk Rating dari Sustainalytics yang mencapai kategori negligible risk dengan skor 9,5 pada 2025.

“Keberlanjutan kami posisi kan sebagai fondasi strategi bisnis agar setiap pertumbuhan yang kami dorong mampu menciptakan dampak nyata serta nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional,” ujar Riduan saat paparan kinerja pada Kamis (5/2/2026).

Selanjutnya: Minna Padi Investama (PADI) Sebut Dirut Tak Pernah Jadi Tersangka

Menarik Dibaca: Hasil BATC 2026: Kalah dari Jepang, Tim Putri Indonesia Runner-Up Grup X

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×