kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.534   34,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bank Muamalat incar KPR hingga Rp 8,5 triliun


Senin, 01 Juli 2013 / 14:10 WIB
Promo Superindo terbaru yang berlaku 24-27 Januari 2022, dapatkan banyak potongan harga selama 4 hari di pekan ini.


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa |

TANGERANG. Perumahan merupakan pasar yang menarik bagi pembiayaan perbankan. Tahun ini, PT Bank Muamalat yakin dapat menyalurkan pembiayaan perumahan Rp 8,5 triliun.

"Target kami sampai akhir tahun akan mencapai sekitar Rp 8,5 triliun," sebut Direktur Keuangan Muamalat, Hendiarto, Senin, (1/7).

Ia mengaku KPR Muamalat akan tumbuh cukup tinggi, yakni 41,6%. Pada pengujung tahun lalu, pembiayaan perumahan yang disalurkan yaitu Rp 6 triliun. Pertumbuhannya tahun ini yaitu sekitar Rp 2,5 triliun.

Perumahan ini pun memiliki porsi mayoritas dalam total pembiayaan Muamalat. Pada semester pertama ini, pembiayaan rumah yang disalurkan Muamalat yaitu Rp 6,8 triliun. Porsinya sekitar 40% dari total pembiayaan ritel Muamalat.

Direktur Ritel Banking Muamalat Adrian Gunadi menyebut, adanya aturan Bank Indonesia (BI) yang mengatur uang muka tak membuat pembiayaannya menurun. Dalam aturan tersebut dinyatakan bahwa perbankan syariah harus menerapkan Finance to Value (FTV) sebesar 70%.

Adrian bilang bahwa Muamalat telah mengaplikasikan skema Musyarakah Mutanaqisah (MMQ) yang dapat memberi Loan to Value (LTV) lebih ringan, yaitu 80%. "Sehingga tidak ada penurunan," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×