kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.623.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.032   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.236   49,76   0,80%
  • KOMPAS100 817   5,56   0,69%
  • LQ45 621   2,39   0,39%
  • ISSI 215   1,38   0,65%
  • IDX30 350   1,18   0,34%
  • IDXHIDIV20 430   0,35   0,08%
  • IDX80 93   0,50   0,54%
  • IDXV30 118   0,33   0,28%
  • IDXQ30 112   0,18   0,16%

Bank Neo Commerce Bidik Hapus Saldo Defisit pada 2028, Buka Peluang Bagi Dividen


Jumat, 31 Juli 2026 / 21:21 WIB
Bank Neo Commerce Bidik Hapus Saldo Defisit pada 2028, Buka Peluang Bagi Dividen
ILUSTRASI. Bank Neo Commerce (BNC) (Dok/BNC)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Neo Commerce Tbk menargetkan saldo defisit atau retained loss dapat terhapus dalam beberapa tahun ke depan. Setelah saldo defisit tersebut habis, perseroan membuka peluang untuk mulai membagikan dividen kepada pemegang saham.

Hingga Juni 2025, bank berkode saham BBYB ini masih mencatatkan saldo defisit yang belum ditentukan penggunaannya sebesar Rp 1,43 triliun. Seiring capaian laba bersih sebesar Rp 294,85 miliar dalam periode ini, saldo defisit tersebut susut dari posisi Rp 1,72 triliun pada akhir tahun lalu.

Direktur Utama Bank Neo Commerce, Eri Budiono mengatakan, saat ini fokus utama pihaknya terarah pada pengurangan saldo defisit melalui laba yang dihasilkan setiap tahun.

"Tentang retained loss, tentunya kita akan terus dengan kinerja yang bagus mengurangi saldo defisit tersebut," ujar Eri dalam media gathering di Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Baca Juga: Bank Neo Commerce (BBYB) Bukukan Laba Rp 136,98 Miliar pada Kuartal I-2026

Pihaknya memperkirakan, apabila kinerja perseroan tetap terjaga, saldo defisit dapat diselesaikan secara organik pada 2028 mendatang. Yang mana, asumsinya laba bersih yang bisa dikantongi mencapai kisaran Rp 500 miliar per tahunnya. 

"Kalau profitnya bisa Rp 500 miliar per tahun, 2028 seharusnya sudah habis retained loss-nya. Setelah itu ya sudah positif," katanya.

Nah, pada gilirannya, bank bakal memiliki ruang untuk kembali membagikan dividen. Eri menegaskan, selama saldo defisit masih tercatat dalam ekuitas, BNC belum dapat membagikan dividen kepada pemegang saham.

"Kita tidak bisa bagi dividen selama ada saldo defisit. Begitu secara organik kita bisa menyelesaikan saldo defisit itu, tentunya dividen akan kita pikirkan sesuai pembicaraan dengan pemegang saham pengendali dan Dewan Komisaris," jelasnya.

Baca Juga: Izin MPPPE Dicabut OJK, Bank Neo Commerce Pastikan Tak Ganggu Operasional

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×