kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45974,33   -17,61   -1.78%
  • EMAS991.000 0,71%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Bank Nobu Akan Rights Issue 2 Kali Lagi untuk Penuhi Modal Inti Rp 3 Triliun


Jumat, 14 Januari 2022 / 13:24 WIB
Bank Nobu Akan Rights Issue 2 Kali Lagi untuk Penuhi Modal Inti Rp 3 Triliun
ILUSTRASI. Bank Nationalnobu (NOBU) kembali menggelar rights issue tahun ini untuk memenuhi ketentuan modal inti Rp 3 triliun.


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU) kembali menggelar rights issue tahun ini untuk memenuhi ketentuan modal inti Rp 3 triliun yang ditetapkan regulator harus dicapai akhir tahun 2022. 

Per September 2021, modal inti Bank Nobu baru mencapai Rp 1,42 triliun. Sementara tahun lalu, NOBU telah melakukan rights issue dengan perolehan dana sebesar Rp198 miliar. Artinya, bank ini belum memenuhi tahapan modal inti Rp 2 triliun pada akhir tahun lalu.

Sekretarsi Perusahaan Bank Nobu Mario Satrio mengatakan, NOBU sudah menyampaikan rencana tahapan pemenuhan modal inti sebesar Rp 2 triliun pada 2021 dan Rp 3 triliun pada 2022 kepada OJK pada 1 April 2021 lalu.

"Pada tahun 2021, modal inti perseroan dalam proses mencapai Rp 2 triliun dan kami telah menyampaikan action plan pemenuhan modal inti kepada OJK," tulis Mario dalam jawaban atas pertanyaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (14/1).

Baca Juga: Saham bank kecil dinilai masih menarik untuk dirilik, begini rekomendasi analis

Rencana aksi pemenuhan modal inti akan dilakukan dalam tiga tahapan rights issue. Tahap pertama sudah dilakukan tahun lalu sebesar Rp 198 miliar dan sudah efektif per 24 Desember. 

Mario bilang, NOBU akan melanjutkan rights issue tahap kedua pada semester II tahun ini. Menurutnya, rangkaian aktivitas rights issue itu telah dilakukan pada kuarta IV tahun 2021. 

Setelah itu rampung, Bank Nobu akan kembali melakukan rights issue pada semester II sehingga perseroan akan mencapai modal inti Rp 3 triliun di penghujung tahun. 

Mario menambahkan, rencana aksi korporasi yang akan dilakukan dalam rangka penambahan modal itu tidak akan mengubah ultimate beneficial owner atau pengendali. Namun, ia tidak menjelaskan apakah akan ada perubahan strktur pemegang saham setelah rights issue rampung. 

Penambahan modal itu diharapkan akan memberikan dampak positifbagi kinerja operasional Bank Nobu dan keuangannya dalam jangka panjang.  "Rencana ini mendukung program tranformasi digital yang tengah dikemabngkan dalam rangka menyelaraskan dengan perkembangan industri perbankan digital yang begitu pesat," tambahnya. 

Dengan tepenuhinya modal inti minumum sesuai aturan maka Bank Nobu akan mewujudkan pertumbuhan volume usaha yang  berkelanjutan dengan mengimplementasikan strategi jangka pendek, menengah dan panjang yang telah ditetapkan. 

Strategi pertama, melanjutkan langkah transformasi digital dalam emmperkuat kapabilitas perbankan digital yang akan menopang pertumbuhan volume usaha baik di segmen ritel, mikro, UMKM, maupun korporasi.

Langkah tranformasi digital yang dilakukan meliputi inovasi produk dan layanan, membangun kolaborasi dan ekosistem digital, serta meningkatakan produktivitas melalui penerapan teknologi digital.

Selanjutnya, Bank Nobu akan mentranformasikan dan merevitalisasi fungsi jaringan kantir cabang dengan mengoptimalkan konsep online to online agara tetap relevan dan sejalan dengan tranformasi digital. 

Kemudian, Bank Nobu akan mengoptimalkan penyaluran dana pada setiap segmen dan memperluas pangsa pasar dengan mengoptimalkan media pemasaran digital.

Baca Juga: Ikut Beli Rights Issue Allo Bank (BBHI), Begini Rekomendasi Bukalapak.com (BUKA)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Financial Modeling & Corporate Valuation Fundamental Supply Chain Planner Development Program (SCPDP)

[X]
×