Reporter: Ferry Saputra | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan penyaluran pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) atau paylater perusahaan pembiayaan terus tumbuh positif pada 2026.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman mengatakan proyeksi itu didasarkan sejumlah faktor.
"Salah satunya seiring meningkatnya permintaan dari segmen usia produktif dan masyarakat yang belum memiliki akses layanan keuangan formal," ungkapnya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Kamis (5/3).
Baca Juga: Akulaku Finance: Bisnis Paylater Berpotensi Jadi Sumber Pertumbuhan Baru Multifinance
Berdasarkan data OJK, penyaluran pembiayaan BNPL perusahaan pembiayaan sebesar Rp 12,18 triliun per Januari 2026. Nilainya tumbuh signifikan sebesar 71,13% secara Year on Year (YoY).
Dari sisi penyelenggara, PT Akulaku Finance Indonesia juga menilai pembiayaan BNPL masih berpeluang tumbuh pada 2026. Presiden Direktur Akulaku Finance Indonesia Perry Barman Slangor mengatakan hal itu didorong masih adanya permintaan atau kebutuhan pembiayaan masyarakat baik untuk konsumsi maupun aktivitas produktif.
"Peluang tersebut berjalan seiring dengan berkembangnya ekosistem digital dan kebutuhan masyarakat akan akses pembiayaan yang lebih fleksibel," katanya kepada Kontan.
Meski terdapat peluang pertumbuhan, Perry tak memungkiri terdapat tantangan utama yang bisa memengaruhi kinerja tahun ini. Salah satunya berasal dari kondisi makro ekonomi yang masih dinamis, pengelolaan risiko, kualitas pembiayaan, serta dinamika persaingan industri.
Baca Juga: OJK Sanksi 42 Multifinance, Modal Ventura, dan Fintech P2P pada Januari 2026
"Oleh karena itu, perusahaan berfokus pada strategi pertumbuhan yang selektif dan bertanggung jawab dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, penguatan manajemen risiko, tata kelola yang baik, serta perlindungan konsumen," kata Perry.
Adapun Akulaku Finance menerangkan pembiayaan bisnis paylater per akhir 2025 tumbuh mencapai dobel digit. Sayangnya, tak disebutkan nilai yang dibukukan.
Sementara itu, OJK menyampaikan Non Performing Financing (NPF) gross BNPL perusahaan pembiayaan tercatat masih terjaga. Dia menyebut NPF gross BNPL perusahaan pembiayaan per Januari 2026 sebesar 2,77%.
Baca Juga: OJK Perkirakan Pembiayaan Multifinance Akan Tumbuh pada 2026
Seiring dengan masih terjaganya angka NPF di tengah tingginya pertumbuhan pembiayaan, Agusman mengatakan hal tersebut menunjukkan bahwa penyelenggara BNPL optimal dalam melakukan pengelolaan risiko dan proses seleksi pembiayaan.
"Hal itu juga didukung penerapan credit scoring dan pemantauan pembayaran yang lebih ketat," kata Agusman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













