kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Bank Nobu Targetkan Kredit Mencapai Rp 13,5 Triliun Hingga Akhir Tahun


Kamis, 30 Juni 2022 / 19:26 WIB
ILUSTRASI. Aplikasi Nobuneo dari NobuBank.


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU) melihat tantangan penyaluran kredit tahun ini masih berat seiring dengan perkembangan ekonomi global yang diwarnai dengan ancaman inflasi di berbagai negara dan kenaikan suku bunga The Fed.

Kendati demikian, bank milik Lippo Group ini masih tetap mempertahankan target kredit sebesar Rp 13,5 triliun sampai akhir tahun atau tumbuh 37% dari akhir 2021 yang tercatat sebesar Rp 9,81 triliun.  Per Mei 2021, capaian kredit Bank Nobu sudah mencapai Rp 10,73 triliun.

Direktur Utama Bank Nobu Suhaimin Djohan menyampaikan, penyaluran kredit pada tahun ini cukup menantang namun realisasinya pada semester I masih sesuai target perseroan.

Baca Juga: Perbankan Kecil Berebut Gelar Rights Issue di Semester II, Ini Alasannya

"Target kredit di akhir tahun diharapkan bisa mencapai Rp 13,5 triliun. Jadi perjalanan kami masih (menambah) sekitar Rp 2 triliun lagi untuk kredit baru semester II-2022. Kami akan kaji seberapa besar pengaruh ekonomi global dan apa yang akan dilakukan pemerintah kita," kata Suhaimin baru-baru ini.

Untuk mendorong pertumbuhan kredit, Bank Nobu memperkuat kolaborasi dengan partner, terutama dalam mendorong penyaluran kredit di segmen Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Terbaru, Bank Nobu berkolaborasi dengan PT SRC Indonesia Sembilan (SRCIS), anak perusahaan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), untuk penyaluran kredit modal kerja dengan fasilitas KUR secara digital bagi toko-toko kelontong yang bernaung di bawah jaringan SRCIS.

 

Suhaimin bilang, pihaknya menyediakan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan UMKM, salah satunya dalam hal permodalan yaitu KUR.

Menurutnya, kerjasama yang dilakukan itu akan membuka kesempatan yang lebih luas bagi para pemilik toko-toko kelontong di bawah naungan SRC untuk mengembangkan usahanya melalui dukungan permodalan dengan suku bunga yang sangat ringan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×