Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.135
  • EMAS682.000 0,44%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Bank OCBC NISP Targetkan Pertumbuhan Kredit Konsumen 20%-30%

Selasa, 04 Mei 2010 / 11:48 WIB

Bank OCBC NISP Targetkan Pertumbuhan Kredit Konsumen 20%-30%

JAKARTA. Bank OCBC NISP cukup gencar menyalurkan kredit konsumen. Terbukti, sepanjang kuartal pertama 2010, bank yang mayoritas sahamnya milik investor asal Singapura ini menyalurkan kredit sekitar Rp 900 miliar. "Itu khusus kredit konsumen. Tepatnya saya lupa, tapi sekitar itu," kata Direktur Konsumen Bank OCBC NISP Rudy N. Hamdani, pekan lalu.

Per akhir 2009, kredit konsumen bank ini tumbuh 10,5% menjadi Rp 6,61 triliun dari Rp 5,97 triliun di tahun sebelumnya. Kredit konsumen berupa kredit perumahan, kredit mobil, dan sektor konsumsi lain. Komposisinya, kredit pemilikan rumah (KPR) sebesar Rp 4,22 triliun, kredit pemilikan mobil (KPM) Rp 388 miliar, dan lainnya Rp 2 triliun. Dengan tambahan Rp 900 miliar, outstanding kredit konsumen bank mencapai Rp 7,5 triliun.

Kredit konsumen masih menyumbang hingga 30% terhadap total kredit OCBC NISP. Akhir tahun lalu, total kredit OCBC NISP mencapai Rp 21,88 triliun, terdiri dari kredit modal kerja Rp 9,41 triliun (43%), kredit investasi Rp 5,87 triliun (26,8%), serta kredit konsumen Rp 6,6 triliun (30,2%).

Tahun ini OCBC NISP mengincar pertumbuhan kredit konsumen 20% - 30%. "Salah satu strategi kami adalah fokus pada peningkatan layanan nasabah," ujar Rudy.

Rudy optimistis, pertumbuhan kuartal II akan lebih baik. Soalnya di periode ini banyak nasabah mulai mencairkan kredit. "Masih banyak nasabah yang sudah akad kredit belum mengambil dana mereka," kata Rudy.

Direktur Utama OCBC NISP Parwati Surjaudaja bilang, laba OCBC NISP per akhir Maret 2010 mencapai Rp 126,4 miliar atau tumbuh 73% ketimbang periode sama tahun lalu sebesar Rp 73,2 miliar. Penyebabnya, kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 12%.

Tiga bulan pertama 2010, total kredit OCBC NISP naik 10% dari Rp 21,88 triliun menjadi Rp 25 triliun. Rasio penyaluran kredit alias loan to deposit ratio naik menjadi 76,5% dari 71,2%. Kredit bermasalah juga membaik dari 2,21% menjadi 1,7%. "Melihat ini, kami optimistis target bisa tercapai," ucap Parwati.


Sumber : KONTAN
Editor: Johana K.
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0012 || diagnostic_api_kanan = 0.0978 || diagnostic_web = 0.5165

Close [X]
×