kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.572.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 17.895   -38,00   -0,21%
  • IDX 6.053   21,23   0,35%
  • KOMPAS100 781   5,63   0,73%
  • LQ45 599   5,13   0,86%
  • ISSI 211   -0,33   -0,16%
  • IDX30 333   2,93   0,89%
  • IDXHIDIV20 426   3,87   0,92%
  • IDX80 89   0,60   0,68%
  • IDXV30 116   0,61   0,53%
  • IDXQ30 109   1,08   1,00%

Bank of India Indonesia (BSWD) Kaji Strategi Penuhi Free Float 15%


Jumat, 09 Oktober 2026 / 11:13 WIB
Bank of India Indonesia (BSWD) Kaji Strategi Penuhi Free Float 15%
ILUSTRASI. PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) tengah mengkaji strategi untuk memenuhi ketentuan free float minimum 15% sesuai aturan Bursa Efek Indonesia (BEI).(Dok/BOII)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) tengah mengkaji strategi untuk memenuhi ketentuan free float minimum 15% sesuai aturan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dalam surat tanggapan kepada BEI tertanggal (8/10/2026), Bank of India Indonesia menyatakan masih melakukan kajian komprehensif dan studi kelayakan untuk menentukan opsi terbaik dalam memenuhi ketentuan tersebut dengan tetap memperhatikan kepentingan seluruh pemegang saham.

Berdasarkan ketentuan BEI, emiten memiliki batas waktu hingga 31 Maret 2029 untuk memenuhi ketentuan free float minimum 15%. Bank of India Indonesia menyatakan berkomitmen memenuhi ketentuan tersebut sesuai batas waktu yang telah ditetapkan.

Baca Juga: BMRI Terima Gadai Saham Emiten Haji Isam JARR, Cek Aturan Kepemilikan Saham Bank

Sementara itu, berdasarkan data kepemilikan saham per 31 Maret 2026, Bank of India Indonesia mencatat kapitalisasi pasar sekitar Rp 4,98 triliun, dan jumlah free float sebesar 7,68%.

Dengan demikian, perseroan masih memiliki waktu untuk menentukan langkah pemenuhan ketentuan free float tersebut.

Dalam jawabannya kepada BEI, Bank of India Indonesia belum mengungkapkan opsi atau aksi korporasi tertentu yang akan ditempuh untuk meningkatkan porsi saham publik.

 

Perseroan hanya menyebut tengah melakukan evaluasi menyeluruh serta studi kelayakan untuk menentukan opsi terbaik bagi seluruh pemegang saham, dengan tetap memperhatikan kepentingan pemegang saham secara keseluruhan.

Adapun terkait perkembangan terbaru mengenai rencana peningkatan free float menjadi 15%, Bank of India Indonesia kembali menegaskan bahwa proses kajian masih berlangsung.

Baca Juga: OJK Siapkan Aturan Hapus Buku Pembiayaan Macet bagi LKM

“Perseroan berkomitmen untuk memenuhi ketentuan tersebut sesuai dengan batas waktu yang telah ditetapkan,” demikian jawaban perseroan dalam keterbukaan informasi tersebut. 

Di sisi lain, Bank of India Indonesia juga menyampaikan bahwa perseroan belum menetapkan rencana aksi korporasi dalam 12 bulan ke depan.

Jika nantinya perseroan menetapkan aksi korporasi, pelaksanaannya akan mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan serta kewajiban keterbukaan informasi kepada publik.

Selain isu free float, Bank of India Indonesia menyatakan kondisi operasional perseroan masih berjalan dengan baik. Per 30 September 2026, perseroan memiliki 1 kantor pusat, 8 kantor cabang, 6 kantor kas, serta 2 kantor kas bergerak.

Baca Juga: Pembiayaan Multiguna Multifinance Tembus Rp 257 Triliun, Ini Data Terbaru OJK

Dari sisi bisnis, total aset perseroan per September 2026 mencapai sekitar Rp6,99 triliun, dengan penyaluran kredit sekitar Rp 4,78 triliun.

Perseroan menyebut kinerja bisnis menunjukkan perkembangan positif, dengan strategi memperluas portofolio kredit secara selektif dan prudent, khususnya pada segmen UMKM dan korporasi.     

Bank of India Indonesia juga menyatakan terus memperkuat kualitas analisis kredit, manajemen risiko, pengendalian internal dan pengelolaan kualitas aset untuk menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×