Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) bersiap kembali menghimpun dana segar dari surat utang alias obligasi. Masa penawaran umum obligasi bakal berlangsung pada pertengahan Maret mendatang.
Melansir keterbukaan informasi, Jumat (27/2/2026), BBRI bakal menerbitkan Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Bank BRI Tahap II Tahun 2026 senilai total Rp 5 triliun yang dibagi dalam tiga seri.
Rinciannya, seri A senilai Rp 1,24 triliun dengan tingkat bunga tetap 4,85% per tahun dan berjangka waktu 370 hari kalender sejak tanggal emisi, seri B senilai Rp 2,67 triliun dengan tingkat bunga tetap sebesar 5,70% per tahun dan berjangka waktu 3 tahun sejak tanggal emisi, dan seri C senilai Rp 1,1 triliun dengan tingkat bunga tetap sebesar 5,95% per tahun dan berjangka waktu 5 tahun sejak tanggal emisi.
Baca Juga: Tata Cara Penagihan Jadi Garda Terdepan dalam Menjaga Kualitas Kredit Multifinance
Seluruh obligasi ditawarkan dengan harga 100% dari nilai nominal pokoknya.
Pembayaran bunga obligasi sendiri dilakukan setiap tiga bulan, dengan pembayaran bunga pertama dijadwalkan pada 17 Juni 2026. Seri A bakal jatuh tempo pada 27 Maret 2027, sementara seri B pada 17 Maret 2029, dan seri C pada 17 Maret 2031.
Dana hasil penerbitan obligasi ini, setelah dikurangi biaya emisi, seluruhnya bakal dialokasikan secara eksklusif untuk pembiayaan dan/atau pembiayaan kembali serta proyek-proyek sosial.
Masa penawaran umum dijadwalkan berlangsung pada 11–12 Maret 2026, dengan pencatatan obligasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 25 Maret 2026.
Penjamin pelaksana emisi obligasi ini adalah PT BRI Danareksa Sekuritas, PT CIMB Niaga Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Indo Premier Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT Mega Capital Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.
Untuk diketahui, sebelumnya BRI telah menerbitkan Social Bond Tahap I Tahun 2025 senilai Rp 5 triliun dan mencatatkan oversubscription hingga Rp 6,57 triliun pada Juni 2025 lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













