Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) menjadi 5,50% berpotensi meningkatkan biaya dana (cost of fund) industri perbankan.
Meski demikian, PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) optimistis mampu menghadapi tekanan tersebut dengan memperkuat penghimpunan dana murah atau current account saving account (CASA).
Baca Juga: BI Rate Naik, Bank Kencangkan CASA lewat Layanan Payroll
Direktur Bisnis Bank Raya Kicky Andrie Davetra mengatakan, perseroan telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengantisipasi perubahan suku bunga, salah satunya dengan meningkatkan porsi dana murah melalui pengembangan produk dan layanan digital.
"Kami terus melakukan upaya antisipasi terhadap kenaikan suku bunga. Jika melihat tren struktur CASA hingga kuartal I-2026, hasilnya cukup baik dan menjadi modal bagi kami dalam menyikapi perkembangan suku bunga ke depan," ujar Kicky dalam paparan publik daring, Selasa (9/6/2026).
Hingga kuartal I-2026, rasio CASA Bank Raya tercatat sebesar 28%. Pada periode yang sama, nilai digital saving mencapai Rp 2,3 triliun atau tumbuh 64,3% dibandingkan Rp 1,4 triliun pada kuartal I-2025.
Sementara itu, total dana pihak ketiga (DPK) Bank Raya mencapai Rp 8,4 triliun per kuartal I-2026, relatif stabil dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga: Ubah Nama, OJK Beri Izin Usaha PT Artha Raharja Pialang Asuransi
Kicky menjelaskan, strategi penghimpunan dana ke depan akan lebih difokuskan pada pertumbuhan dana murah ketimbang mengandalkan dana berbiaya tinggi.
Melalui produk digital saving, Bank Raya berharap pertumbuhan simpanan nasabah dapat didorong oleh peningkatan akuisisi dan aktivitas transaksi nasabah, bukan semata-mata dari penempatan dana yang relatif mahal.
"Harapannya, pertumbuhan simpanan ke depan semakin ditopang oleh dana murah sehingga struktur pendanaan menjadi lebih efisien," katanya.
Selain itu, pengembangan fitur digital juga menjadi salah satu strategi utama untuk meningkatkan saldo simpanan nasabah.
Dalam satu tahun terakhir, Bank Raya telah meluncurkan sekitar 111 inovasi fitur pada aplikasi Raya dan masih menyiapkan berbagai pengembangan baru sepanjang tahun ini.
Baca Juga: BI Rate Naik Jadi 5,5%, BRI Pastikan Fundamentalnya Tetap Kuat
Sebagai informasi, Bank Indonesia secara mengejutkan menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) mingguan pada Selasa (9/6/2026). BI juga menaikkan suku bunga Deposit Facility menjadi 4,50% dan Lending Facility menjadi 6,25%.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso mengatakan, kebijakan tersebut ditempuh untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah yang mengalami tekanan lebih besar dari perkiraan.
"Langkah-langkah lanjutan perlu ditempuh guna memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah dengan meningkatkan imbal hasil dan sejumlah insentif lain untuk mendorong masuknya aliran investasi asing," ujar Ramdan dalam keterangannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













