kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.889   7,00   0,04%
  • IDX 6.308   -66,35   -1,04%
  • KOMPAS100 824   -11,49   -1,37%
  • LQ45 626   -7,64   -1,21%
  • ISSI 218   -1,90   -0,86%
  • IDX30 350   -4,25   -1,20%
  • IDXHIDIV20 426   -3,69   -0,86%
  • IDX80 94   -1,27   -1,33%
  • IDXV30 118   -0,83   -0,70%
  • IDXQ30 111   -1,12   -1,00%

Bank Sinarmas bidik fee based income Rp 500 M


Minggu, 01 Juni 2014 / 13:53 WIB
ILUSTRASI. 5 Kesalahan Memakai Masker Wajah yang Paling Sering Terjadi.


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM) ingin memperkuat pendapatan non bunga seperti komisi atau fee based income, agar tidak ketergantungan pendapatan bunga untuk memperoleh laba.

Freenyan Liwang, Direktur Utama Bank Sinarmas, mengatakan, pihaknya membidik perolehan fee based income sebesar Rp 500 miliar pada akhir tahun 2014, atau tumbuh 66% dibandingkan posisi Rp 300 miliar pada akhir tahun 2013.

"Kami menargetkan porsi fee income sebesar 50% terhadap total pendapatan," kata Freenyan, belum lama ini. Nah, rencana kontribusi fee income sebesar 50% ini akan terealisasi pada tahun 2020, dari komposisi fee income sebesar 20% pada tahun ini.

Freenyan bilang, strategi yang dilakukan adalah meningkatkan transaksi melalui penambahan mesin ATM. Tahun 2014 ini, pihaknya akan menambah 300 mesin ATM baru dengan biaya sekitar Rp 100 juta per ATM untuk satu tahun.

Sedangkan, target rata-rata transaksi seluruh ATM mencapai 5.000 transaksi per tahun. "Pemilihan lokasi ATM yang efektif dapat meningkatkan transaksi," tambahnya. Misalnya, ada ATM yang jumlah transaksinya mencapai 40.000 per tahun, namun ada juga yang 4.000 transaksi per tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×