kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.496   -34,00   -0,19%
  • IDX 6.729   -129,79   -1,89%
  • KOMPAS100 895   -20,76   -2,27%
  • LQ45 659   -10,73   -1,60%
  • ISSI 243   -4,60   -1,86%
  • IDX30 372   -4,86   -1,29%
  • IDXHIDIV20 456   -5,48   -1,19%
  • IDX80 102   -1,93   -1,86%
  • IDXV30 130   -1,78   -1,35%
  • IDXQ30 119   -1,15   -0,95%

Laba Bank INA (BINA) Melonjak 268% pada Kuartal I-2026, Ini Penopangnya


Rabu, 13 Mei 2026 / 14:09 WIB
Laba Bank INA (BINA) Melonjak 268% pada Kuartal I-2026, Ini Penopangnya
Direktur Utama Bank INA Henry Koenaifi (KONTAN/Lydia Tesaloni )


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) berhasil mendorong profitabilitas secara signifikan pada tiga bulan pertamanya tahun ini.

Capaian ini merupakan kombinasi kinerja positif kredit, pendapatan komisi (fee income), dan penjualan aset. 

Hingga Maret 2026, Bank Ina membukukan laba Rp 52,98 miliar, melonjak 268,73% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar  Rp 14,37 miliar.

Jika ditelisik, Bank Ina  memang berhasil menumbuhkan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) 8,37% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 172,53 miliar, ditopang pertumbuhan pendapatan bunga yang naik 14,62% yoy menjadi Rp 497,06 miliar. 

Tak hanya  itu, dari sisi operasional, Bank Ina juga mencatatkan lonjakan pada sejumlah pos pendapatan.

Baca Juga: Transaksi Kartu Kredit KB Bank Tumbuh 10% pada Kuartal I-2026

Di antaranya yaitu keuntungan dari penjualan dari penjualan aset keuangan yang dalam periode ini mencapai Rp 5,25 miliar, melonjak dari posisi Rp 680 juta pada tahun sebelumnya. 

Kemudian, bank juga berhasil menumbuhkan pendapatan komisi/provisi/fee dan administrasi sebesar 7,1% yoy menjadi Rp 2,32 miliar, dan pendapatan lainnya yang melonjak menjadi Rp 105,34 miliar dari posisi Rp 8,79 miliar pada tahun sebelumnya. 

Dari sisi intermediasi, bank juga berhasil mencatatkan hasil positif.

Yang mana, dana pihak ketiga (DPK) naik 21,51% yoy menjadi Rp 25,03 triliun, seiring pertumbuhan dana murah (current account saving account/CASA) sebesar 71,93% yoy menjadi Rp 10,03 triliun dan deposito yang stabil di Rp 15 triliun atau naik 1,59% yoy. 

Direktur Utama Bank INA Henry Koenaifi menyebut, tahun ini pihaknya bakal fokus pada strategi hibrida (hybrid banking) yang selama ini telah dijalankan, yakni dengan mendorong perkembangan layanan digital dan kantor fisik. 

“Kami yakin bahwa perpaduan antara layanan digital dan kehadiran kantor fisik yang mudah dijangkau adalah kunci untuk memberikan solusi keuangan yang aman, cepat, dan nyaman bagi seluruh segmen nasabah, mulai dari individu hingga korporasi,” ujar Henry dalam paparan publik di Jakarta, Rabu (13/5/2026). 

Baca Juga: Grup Salim Ekspansi Layanan Perbankan, Bank INA Resmikan KCP Baru di Bekasi

Sebagai wujud implementasinya, Bank INA menghadirkan Tabina Bisnis sebagai produk tabungan untuk mendukung pertumbuhan bisnis nasabah dengan tawaran bunga kompetitif.

Selain itu, Bank INA menyediakan fasilitas rekening giro untuk memudahkan transaksi bisnis dan kebutuhan operasional perusahaan. 

Tak cuman fokus di segmen wholesale, Bank INA juga menyasar pasar ritel dengan menawarkan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan berbagai solusi investasi seperti reksadana, surat berharga negara (SBN), dan bancassurance. 

Bank INA juga mendorong transformasi digital dengan mengembangkan platform Binadigital, yang menghadirkan layanan lengkap mulai dari tabungan, pinjaman, hingga investasi emas, serta integrasi layanan keuangan bagi nasabah korporasi. 

Untuk memperluas jangkauan layanan, bank juga didukung oleh total 58 jaringan kantor yang tersebar di seluruh Indonesia.

Baca Juga: BNI Bukukan Laba Rp 5,66 Triliun pada Kuartal I-2026

Henry menyebut, ke depannya bank bakal fokus pada optimalisasi pertumbuhan bisnis yang selektif dan prudent, penguatan efisiensi operasional, dan pertumbuhan kredit yang sehat. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×