kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.669   26,20   0,46%
  • KOMPAS100 732   4,13   0,57%
  • LQ45 557   3,79   0,69%
  • ISSI 197   0,36   0,19%
  • IDX30 316   1,45   0,46%
  • IDXHIDIV20 390   0,52   0,13%
  • IDX80 83   0,39   0,47%
  • IDXV30 106   -0,47   -0,44%
  • IDXQ30 102   0,35   0,34%

Bank swasta akan terlibat penyaluran bansos


Jumat, 24 Februari 2017 / 06:15 WIB


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Bisnis laku pandai empat bank pelat merah (BUMN) kembali menjaring berkah dari proyek pemerintah. Kali ini, bank BUMN resmi menjadi penyalur program bantuan pangan non tunai (BPNT) di Indonesia.

Penyaluran bantuan sosial (bansos) ini menggunakan kartu kombo atau kartu keluarga sejahtera (KKS) terbitan empat bank. Yakni, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) dan PT Bank Tabungan Negara (BTN).

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D. Hadad mengatakan, seluruh bansos disalurkan melalui agen laku pandai empat bank.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo Agus menambahkan, keluarga penerima bansos akan diberikan kemudahan pembukaan rekening bank melalui persyaratan yang lebih sederhana dengan registrasi secara kolektif.

Yang jelas, penyaluran bansos membawa berkah dalam bentuk likuiditas murah bagi empat bank BUMN. Gambaran saja, bantuan pangan non-tunai pada 2017 ditargetkan kepada 1,28 juta keluarga dengan total nilai Rp 1,7 triliun.

Jumlah penerima bansos berpotensi meningkat menjadi sekitar 10 juta keluarga pada 2018. Selain dana murah, bank juga berpotensi menyalurkan kredit.

"Data transaksi dapat dijadikan pertimbangan perbankan apabila penerima bansos mulai ingin meningkatkan kegiatan usahanya," imbuh Agus, Kamis (23/2).

Potensi besar dana murah dan kredit ini pun memincut bank swasta. BI menyatakan, pihaknya tidak menutup kemungkinan bagi bank swasta dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk terlibat sebagai penyalur bansos.

Nantinya, regulator akan menggandeng BPD kemudian bank swasta. "Ada beberapa yang berminat, sudah menanyakan ke kami. Kami sedang proses untuk dokumentasinya," jelas Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran BI Eni Panggabean.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×