kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bank Syariah Bukopin jual sukuk ritel negara


Jumat, 01 Februari 2013 / 12:24 WIB
ILUSTRASI. Inilah event terbaru Genshin Impact, dapatkan primogem hingga senjata gratis


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa |

JAKARTA. PT Bank Syariah Bukopin (BSB) menjadi agen penjual sukuk negara ritel seri SR-005. Instrumen berupa surat utang ritel yang berjangka waktu 3 tahun ini akan ditawarkan ke masyarakat mulai 8 hingga 22 Februari 2013. Nominal pembelian sukuk retail ini minimal Rp 5 juta dan maksimal Rp 5 miliar. Lalu jenis akad yang digunakan adalah ijaroh (asset to be leased).

"Ini kali kelima kami memasarkan sukuk ritel," ucap Direktur Utama Bank Syariah Bukopin Riyanto, Jumat (.

Sukuk ritel ini akan dijual di seluruh cabang BSB yang berjumlah 10 kantor, yaitu di Jakarta, Surabaya, Solo, Medan, Makassar, Bukit Tinggi, dan Bandung. "Selain itu akan dijual juga di kantor cabang Bank Bukopin," sebut Riyanto.

Pada sukuk ritel sebelumnya yakni seri SR-004, BSB mendapatkan fee based income tidak besar yaitu Rp 100 juta. "Tapi cukup untuk menutup biaya overhead dan pendapatan," kata Riyanto.

Dari SR-004 tersebut, imbal hasilnya adalah 6,25%. "Nanti SR-005 sepertinya juga akan sekitar itu," ucap Riyanto. Ia menambahkan bahwa imbal hasil sukuk ritel SR-005 ini baru akan ditentukan tanggal 7 Februari.

Dari menjadi sub agen sukuk retail ini, BSB menargetkan pembelian masyarakat sebesar Rp 100miliar-Rp150 miliar. Kemudian fee base income yang didapat yaitu 0,5% dibagi 2 untuk BSB dan Mega Capital.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×