Reporter: Yuliana Hema | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (SDRA) berpeluang mengoptimalkan layanan dan memperluas sumber pendapatan melalui pengembangan universal banking, seiring arah kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Analis NH Korindo Sekuritas Indonesia, Leonardo Lijuwardi, menilai pengembangan universal banking memberi ruang bagi SDRA untuk memaksimalkan layanan yang telah dimiliki, mulai dari transaksi valuta asing, trade finance, hingga distribusi produk investasi.
“Peluang BWS terletak pada kemampuan menghubungkan berbagai layanan sesuai kebutuhan nasabah. Nasabah korporasi, misalnya, membutuhkan fasilitas perdagangan, transaksi valuta asing, dan pembayaran dalam satu rangkaian kegiatan usaha,” jelasnya dalam paparan, Jumat (23/10/2026).
Menurut Leonardo, integrasi layanan tersebut berpotensi meningkatkan kontribusi bisnis dari hubungan nasabah yang sudah terbentuk. Ini dapat dimanfaatkan melalui pengembangan layanan yang relevan dengan kebutuhan nasabah korporasi.
Baca Juga: Kasus Influenza A Naik, Klaim Asuransi Kesehatan dalam Jangka Pendek Ikut Terkerek
SDRA memiliki layanan transaksi valuta asing melalui FX Today, FX Tomorrow, dan FX Spot, yang menyediakan pilihan waktu penyelesaian transaksi. Pada bisnis perdagangan, bank juga menyediakan layanan ekspor, impor, dan documentary collection.
Layanan perdagangan tersebut didukung jaringan bank koresponden internasional serta tenaga spesialis perdagangan. SDRA juga merupakan anak usaha Woori Bank Korea, yang memiliki jaringan operasional di 24 negara.
Jaringan tersebut mencakup China, Jepang, Vietnam, Singapura, Amerika Serikat, Inggris, dan Uni Emirat Arab. Menurut Leonardo, jangkauan internasional ini berpotensi mendukung sinergi bisnis lintas negara bagi SDRA.
Sinergi tersebut dapat diarahkan untuk melayani perusahaan Korea Selatan yang beroperasi di Indonesia maupun perusahaan Indonesia yang memiliki aktivitas perdagangan internasional. Namun, realisasinya bergantung pada kebutuhan nasabah dan strategi pengembangan layanan bank.
Selain segmen korporasi, SDRA menyediakan layanan distribusi Surat Berharga Negara (SBN) ritel dalam kategori wealth management. Layanan tersebut melengkapi pilihan produk investasi bagi nasabah individual sesuai kebutuhan keuangan mereka.
Baca Juga: OJK Berharap Kehadiran DPLK yang Didirikan MI Dapat Perluas Akses Program Pensiun
Leonardo menilai optimalisasi layanan transaksi dan distribusi produk investasi berpotensi meningkatkan pendapatan non bunga, termasuk pendapatan berbasis komisi. Pengembangan tersebut perlu didukung kompetensi sumber daya manusia dan pengelolaan risiko.
“Diversifikasi pendapatan akan semakin kuat apabila nasabah aktif menggunakan layanan yang ditawarkan. Karena itu, BWS perlu memastikan produknya relevan, mudah diakses, dan sesuai profil nasabah,” katanya.
Leonardo bilang pengembangan layanan yang sesuai kebutuhan nasabah dapat mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan sekaligus memperkuat daya saing SDRA. Implementasinya tetap harus memperhatikan ketentuan serta perizinan yang berlaku.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













