kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.992.000   -5.000   -0,17%
  • USD/IDR 17.014   40,00   0,24%
  • IDX 7.039   -97,81   -1,37%
  • KOMPAS100 973   -15,76   -1,59%
  • LQ45 717   -11,40   -1,57%
  • ISSI 245   -4,36   -1,75%
  • IDX30 388   -3,58   -0,91%
  • IDXHIDIV20 485   -1,98   -0,41%
  • IDX80 109   -1,91   -1,72%
  • IDXV30 132   0,33   0,25%
  • IDXQ30 126   -0,73   -0,57%

BCA Cetak Laba Bersih Rp 9,2 Triliun per Februari 2026


Senin, 16 Maret 2026 / 10:47 WIB
BCA Cetak Laba Bersih Rp 9,2 Triliun per Februari 2026
ILUSTRASI. Laba BCA tumbuh 2,81% jadi Rp 9,2 triliun di Februari 2026


Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menunjukkan pertumbuhan, namun tidak terlalu besar pada awal tahun 2026.

Berdasarkan laporan keuangan per Februari 2026, BCA cetak laba tahun berjalan sebesar Rp 9,2 triliun secara bank only. Realisasi tersebut naik 2,81% secara tahunan (YoY).

Sebagai perbandingan, pada periode sama di tahun 2025, BCA meraup laba bank only senilai Rp 8,97 triliun.

Laba bersih BCA yang tumbuh tipis karena pendapatan bunga bersih BCA yang justru turun 0,15% secara tahunan menjadi Rp 12,85 triliun di Februari 2026. Penurunan ini disebabkan oleh beban bunga yang meningkat.

Baca Juga: Ada Aksi Buyback, Saham Dua Emiten Big Banks Ini Diproyeksi Menguat

Tercatat pendapatan bunga BCA tumbuh menjadi Rp 14,98 triliun atau naik 0,79% (yoy). Akan tetapi beban bunga tumbuh lebih besar menjadi Rp 2,12 triliun atau naik 6,90% (YoY).

Dari sisi operasional, BCA catat laba operasional sebesar Rp 11,37 triliun hingga Februari 2026. Angka ini meningkat 2,57% dibandingkan Februari 2025 yang sebesar Rp 11,09 triliun.

Kinerja penyaluran kredit dan pembiayaan yang diberikan BCA pada Februari 2026 meningkat 5,84% (yoy) menjadi Rp 953,22 triliun. Peningkatan ini terbilang lesu bila dibandingkan bulan Januari 2026 yang meningkat 6,26% (yoy).

Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp 1.227,76 triliun, tumbuh sebesar 9,37% secara tahunan. Sedangkan, total aset meningkat menjadi Rp 1.563,21 triliun atau tumbuh 9,51% YoY.

 

Adapun saham BBCA di penutupan Jumat (13/3/2026) lalu turun menjadi level Rp 6.875 per saham. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU

[X]
×