kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 17.900   -11,00   -0,06%
  • IDX 6.159   -34,15   -0,55%
  • KOMPAS100 794   -2,42   -0,30%
  • LQ45 607   -0,96   -0,16%
  • ISSI 215   -2,27   -1,04%
  • IDX30 337   -0,50   -0,15%
  • IDXHIDIV20 431   -0,61   -0,14%
  • IDX80 91   -0,26   -0,28%
  • IDXV30 117   -0,77   -0,65%
  • IDXQ30 110   0,08   0,07%

BCA Gandeng Malaysia Airlines dan Novus Garap Bisnis Pembayaran Lintas Negara


Rabu, 07 Oktober 2026 / 12:07 WIB
BCA Gandeng Malaysia Airlines dan Novus Garap Bisnis Pembayaran Lintas Negara
ILUSTRASI. Aplikasi myBCA Jadi Top of Mind Gen Z untuk Mobile Banking (Dok/Bank BCA)


Reporter: Genta Disa | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Malaysia Airlines menggandeng PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan Novus Technologies Pte. Ltd. untuk memperkuat konektivitas bisnis antara Indonesia dan Malaysia.

Ketiga perusahaan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) yang mencakup sejumlah bidang, mulai dari perjalanan, perdagangan, layanan keuangan hingga inovasi digital.

Melalui kerja sama tersebut, Malaysia Airlines, BCA, dan Novus akan menjajaki pengembangan pembayaran lintas negara, valuta asing (valas), treasury, data, kecerdasan buatan (AI), pemasaran, serta program loyalitas.

Baca Juga: Integrasikan Rencana Finansial dengan Investasi Reksa Dana Lewat BRI Prioritas

Chief Executive Officer of Airline Business Malaysia Aviation Group (MAG) Bryan Foong mengatakan, Indonesia menjadi salah satu pasar internasional penting bagi Malaysia Airlines. Hal ini didukung oleh permintaan perjalanan, aktivitas bisnis, serta hubungan masyarakat kedua negara.

“Indonesia tetap menjadi salah satu pasar internasional terpenting bagi kami, didukung oleh permintaan perjalanan yang kuat, hubungan bisnis yang dinamis, serta hubungan antarmasyarakat yang erat antara kedua negara,” tutur Bryan dalam keterangan resminya, Selasa (6/10/2026).

Malaysia Airlines mencatat tingkat ketepatan waktu (on-time performance/OTP) sebesar 92,19% pada rute Jakarta (CGK)-Kuala Lumpur (KUL) secara year-to-date hingga Agustus 2026.

Pada September 2026, maskapai tersebut juga mendapatkan pengakuan sebagai Most On-Time International Airline 2026 dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Indonesia.

Baca Juga: Obligasi Sosial BTN Senilai Rp 2 Triliun Resmi Dicatatkan di BEI

Bryan mengatakan, kolaborasi dengan BCA dan Novus diharapkan dapat mengintegrasikan kapabilitas di sektor perjalanan, pembayaran, loyalitas, dan teknologi digital.

Menurut dia, integrasi tersebut dapat membuka peluang bisnis baru sekaligus memperkuat konektivitas ekonomi kedua negara.

“Dengan mengintegrasikan kapabilitas perjalanan, pembayaran, loyalitas, dan digital, kami bertujuan membuka peluang baru, memperkuat konektivitas, serta mendukung pertumbuhan berkelanjutan koridor Malaysia-Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Deputy President Director BCA Armand Hartono mengatakan, BCA memiliki nasabah yang bepergian, berbelanja, dan menjalankan aktivitas bisnis di berbagai wilayah.

Menurut dia, integrasi kapabilitas pembayaran, settlement, dan digital BCA dengan Malaysia Airlines dan Novus berpotensi memperluas layanan bagi nasabah yang melakukan aktivitas lintas negara.

Baca Juga: Pembiayaan UMKM Tembus Rp 1.949 Triliun pada Juli 2026, Bank Kuasai 82,62%

“Dengan menggabungkan kapabilitas pembayaran, settlement, dan digital kami dengan Malaysia Airlines dan Novus, kami dapat melayani mereka melampaui batas Indonesia, terutama pada momen-momen penting dalam perjalanan,” ujar Armand.

President dan Chief Executive Officer Novus Technologies Ricardos Khoury menilai masih terdapat sejumlah sistem dalam aktivitas perjalanan antara Indonesia dan Malaysia yang belum terhubung.

“Novus bangga menjadi penghubung antara kedua ekosistem ini, sebagai mitra teknologi dan integrasi yang memungkinkan kedua institusi beserta afiliasinya untuk saling terhubung,” ujar Ricardos.

Melalui MoU tersebut, ketiga perusahaan akan mengeksplorasi sejumlah peluang kerja sama untuk memperkuat hubungan ekonomi dan komersial Indonesia-Malaysia, khususnya melalui integrasi layanan perjalanan, keuangan, pembayaran, dan teknologi digital.

Baca Juga: Pengguna Tumbuh Pesat, Kredivo Perkuat Literasi Keuangan di Indonesia Timur

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×