kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.917.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.797   -53,00   -0,31%
  • IDX 8.949   -1,60   -0,02%
  • KOMPAS100 1.240   5,02   0,41%
  • LQ45 878   4,86   0,56%
  • ISSI 329   -0,20   -0,06%
  • IDX30 448   -1,31   -0,29%
  • IDXHIDIV20 529   -2,33   -0,44%
  • IDX80 138   0,66   0,48%
  • IDXV30 147   -0,65   -0,44%
  • IDXQ30 144   -0,35   -0,24%

BCA: Minat SBN Ritel Masih Tinggi di Tengah Tren Suku Bunga Rendah


Senin, 26 Januari 2026 / 13:37 WIB
BCA: Minat SBN Ritel Masih Tinggi di Tengah Tren Suku Bunga Rendah
ILUSTRASI. ORI029 tawarkan bunga fixed rate 5,8% di tengah suku bunga rendah.


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Dalam era suku bunga rendah, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatat tren penjualan Surat Berharga Negara (SBN) masih diminati masyarakat.

SVP Wealth Management BCA Dessy Nathalia menyebut, penjualan obligasi ritel BCA terus meningkat dalam tiga tahun terakhir. Peningkatan tersebut pun memberikan kontribusi positif terhadap kinerja fee based income pada segmen wealth management perseroan.

Dessy menjelaskan, pertumbuhan penjualan obligasi ritel tercermin dari meningkatnya antusiasme dan minat investor. Sepanjang 2025, jumlah investor BCA tercatat tumbuh lebih dari 19% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan tahun sebelumnya.

Sejalan dengan kenaikan jumlah investor, aset kelolaan (asset under management/AUM) BCA juga menunjukkan pertumbuhan solid. Hingga akhir 2025, AUM wealth management BCA meningkat lebih dari 15% yoy.

Baca Juga: Valbury Perluas Layanan Multi Aset, Buka Akses Saham AS di Satu Aplikasi

Dessy bilang penjualan obligasi ritel menjadi salah satu kontributor utama dalam pertumbuhan tersebut. Sepanjang 2025, kontribusi penjualan obligasi ritel terhadap AUM tercatat mencapai lebih dari Rp 40 triliun.

“Kalau melihat dampaknya secara keseluruhan, tentu ini memberikan kontribusi yang positif,” ujarnya dalam Konferensi Pers Pembukaan Masa Penawaran Obligasi Ritel Negara Seri ORI029T3 dan ORI029T6, Senin (26/1/2026). 

BCA menilai kinerja positif penjualan obligasi ritel ini menunjukkan meningkatnya minat nasabah terhadap instrumen investasi berpendapatan tetap, sekaligus memperkuat peran bisnis wealth management sebagai salah satu penopang pendapatan berbasis komisi (fee based income) bank.

Sebagai salah satu mitra distribusi surat berharga negara (SBN), Dessy turut menyampaikan komitmen penuhnya untuk mendukung penjualan ORI029 yang baru diluncurkan hari ini. Salah satunya dengan memastikan informasi produk dapat tersampaikan secara luas, jelas, dan mudah dipahami oleh masyarakat, penyediaan kanal yang mudah diakses, serta transparansi informasi lainnya.

“Agar masyarakat dapat berpartisipasi dalam ORI029 dengan tenang dan percaya diri. Komitmen ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam investasi ritel negara,” kata Dessy.

Baca Juga: Suku Bunga Acuan Rendah Pengaruhi Tingkat Kupon Obligasi Multifinance

Tahun ini, pemerintah mengeluarkan delapan SBN ritel, dengan ORI029 sebagai yang pertama diluncurkan.

ORI029 ditawarkan dalam pilihan dua tenor, yakni tenor 3 tahun dan 6 tahun, dengan bunga fixed rate masing-masing sebesar 5,45% dan 5,80% per tahun.

Selanjutnya: Daftar Solo Hunters Roblox Codes (Januari 2026), Dapatkan Gem dan Reward Lainnya

Menarik Dibaca: IHSG Diprediksi Konsolidatif, Ini 3 Rekomendasi Saham Uptrend Pekan Ini dari IPOT

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×