Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) terus memperkuat bisnis cash management untuk mendukung pertumbuhan dana murah atau current account savings account (CASA) dan pendapatan nonbunga.
Hingga Juni 2026, frekuensi dan nilai transaksi layanan cash management BCA mencatatkan pertumbuhan positif. Hal ini sejalan dengan peningkatan jumlah nasabah pengguna layanan tersebut sebesar 3% secara tahunan atau year on year (YoY).
Executive Vice President (EVP) Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, kemudahan dan fleksibilitas transaksi melalui layanan cash management turut membantu menjaga arus kas dalam ekosistem BCA. Dengan demikian, layanan ini juga menopang pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK), khususnya CASA.
Baca Juga: Transaksi Cash Management KB Bank Melonjak 165% Hingga September 2026
“BCA senantiasa melakukan berbagai pengembangan bisnis dan inovasi layanan Cash Management untuk memenuhi kebutuhan nasabah yang berkembang,” ujar Hera kepada kontan.co.id, Selasa (20/10/2026).
Untuk mengembangkan bisnis tersebut, BCA menjalankan sejumlah strategi, antara lain membangun ekosistem digital melalui open banking application programming interface (API) berbasis Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP), layanan multi payroll, serta memperluas dan memperdalam komunitas bisnis.
BCA juga mengembangkan solusi yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah atau tailor-made, sekaligus meningkatkan keterlibatan nasabah (customer engagement) dan kualitas sumber daya manusia (people excellence).
Baca Juga: Cash Management Jadi Andalan Bank Pertebal CASA
Dalam pengembangan layanan cash management, BCA turut memanfaatkan big data, analisis data (data analytics), dan business intelligence untuk mendukung pengambilan keputusan bisnis. Selain itu, perseroan memperluas kolaborasi melalui kemitraan strategis digital (digital strategic partnership) sebagai bagian dari layanan bernilai tambah (value-added services).
Hera menyebutkan, pertumbuhan transaksi dan jumlah nasabah cash management turut berkontribusi positif terhadap kenaikan pendapatan selain bunga BCA.
Secara keseluruhan, pendapatan selain bunga BCA meningkat 11% YoY menjadi Rp 13,2 triliun pada semester I 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














