kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.564.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.002   -55,00   -0,30%
  • IDX 5.279   282,28   5,65%
  • KOMPAS100 680   48,89   7,75%
  • LQ45 530   41,89   8,58%
  • ISSI 180   7,15   4,15%
  • IDX30 298   24,37   8,92%
  • IDXHIDIV20 389   32,13   9,00%
  • IDX80 78   5,77   7,97%
  • IDXV30 108   7,16   7,11%
  • IDXQ30 98   8,45   9,41%

Cash Management Jadi Andalan Bank Pertebal CASA


Selasa, 20 Oktober 2026 / 19:34 WIB
Cash Management Jadi Andalan Bank Pertebal CASA
ILUSTRASI. Perbankan memperkuat bisnis cash management melalui digitalisasi transaksi korporasi untuk meningkatkan CASA, fee-based income, dan integrasi ekosistem bisnis. (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Digitalisasi transaksi korporasi menjadi salah satu strategi perbankan untuk memperkuat penghimpunan dana murah atau current account savings account (CASA) sekaligus meningkatkan pendapatan berbasis komisi (fee-based income).

Melalui layanan cash management, bank berupaya mengintegrasikan transaksi pembayaran, penerimaan dana, hingga pengelolaan keuangan perusahaan dalam satu ekosistem.

KB Bank, CIMB Niaga, dan BCA menjadi sejumlah perbankan yang terus mengembangkan layanan tersebut untuk meningkatkan aktivitas transaksi nasabah korporasi dan memperkuat hubungan bisnis jangka panjang.

KB Bank, misalnya, mencatatkan pertumbuhan transaksi melalui platform corporate internet banking KBStarbiz hingga September 2026. Secara tahunan, volume transaksi meningkat sekitar 60%, sedangkan nilai transaksi tumbuh lebih dari 165% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: Saham Bank Bangkit Usai Tekanan MSCI, Sejumlah Emiten Ini Kaji Buyback

Direktur Utama KB Bank Kunardy Darma Lie mengatakan, pertumbuhan tersebut didukung oleh peningkatan penggunaan layanan pembayaran dan penerimaan dana digital, penguatan hubungan dengan nasabah korporasi eksisting, serta perluasan pemanfaatan layanan dalam ekosistem bisnis nasabah.

Dari sisi pendapatan, fee-based income KB Bank yang berasal dari layanan cash management tumbuh hampir 30% secara tahunan hingga September 2026.

“Cash Management memiliki peran strategis dalam mendukung penghimpunan dana murah (CASA), memperkuat hubungan jangka panjang dengan nasabah korporasi, serta mendorong pertumbuhan pendapatan berbasis komisi,” ujar Kunardy kepada kontan.co.id, Selasa (20/10).

Untuk memperkuat bisnis tersebut, KB Bank terus mengembangkan kapabilitas digital KBStarbiz. Layanan yang tersedia mencakup pembayaran domestik, pengelolaan rekening, dan penerimaan dana melalui virtual account.

Bank ini juga mengembangkan layanan berbasis application programming interface (API) untuk mengintegrasikan sistem perbankan dengan sistem operasional nasabah. Integrasi tersebut diharapkan dapat mempermudah pengelolaan transaksi dan meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.

Saat ini, KB Bank banyak melayani nasabah dari sektor lembaga keuangan, manufaktur, dan koperasi, terutama untuk transaksi rutin seperti pembayaran gaji (payroll) dan transfer massal (bulk transfer).

Ke depan, KB Bank melihat peluang untuk memperluas layanan cash management ke sektor perdagangan, logistik, kesehatan, dan pergudangan berpendingin (cold storage).

CIMB Niaga Perluas Ekosistem Transaksi Korporasi

Sementara itu, CIMB Niaga juga memperkuat bisnis cash management untuk meningkatkan transaksi nasabah korporasi sekaligus menghimpun dana murah.

Head of Transaction Banking CIMB Niaga Joni Hermanto mengatakan, nasabah yang menggunakan layanan cash management, termasuk platform OCTO Biz, cenderung memiliki saldo lebih tinggi di CIMB Niaga. Hal ini karena transaksi penerimaan maupun pembayaran nasabah dilakukan melalui bank tersebut.

Baca Juga: Perkuat CASA, CIMB Niaga Genjot Bisnis Cash Management

“Nasabah yang memiliki OCTO Biz tendensinya saldo di kita lebih tinggi karena mereka melakukan collection melalui CIMB Niaga dan pembayaran juga melalui kita,” ujar Joni.

Menurut dia, strategi tersebut turut mendukung pertumbuhan CASA CIMB Niaga. Saat ini, rasio CASA perseroan berada di kisaran 70%.

CIMB Niaga juga berupaya memperluas transaksi dalam ekosistem nasabah dengan menghubungkan perusahaan dengan pemasok dan pembeli yang sebelumnya menggunakan bank berbeda.

Dengan semakin banyak transaksi yang berlangsung melalui CIMB Niaga, perseroan berharap dapat meningkatkan dana yang mengendap sekaligus memperkuat hubungan dengan nasabah korporasi.

Selain itu, CIMB Niaga berupaya memperluas digitalisasi transaksi dalam rantai pasok industri barang konsumsi atau fast-moving consumer goods (FMCG). Selama ini, transaksi antara distributor dan peritel kecil, termasuk warung, masih banyak menggunakan uang tunai.

Joni mengakui, mengubah kebiasaan transaksi tunai menjadi digital bukan perkara mudah, terutama di luar Jakarta. Karena itu, CIMB Niaga menjajaki kerja sama dengan penyedia platform untuk membantu nasabah dalam proses penagihan, administrasi transaksi, serta pengelolaan penggajian.

Layanan yang dijajaki mencakup pembuatan dan pengiriman faktur (invoicing) serta solusi payroll yang meliputi penghitungan pajak penghasilan dan penyaluran gaji karyawan.

Meski demikian, perseroan belum menetapkan target spesifik untuk mengonversi transaksi tunai menjadi digital di sektor FMCG.

BCA Andalkan API dan Analitik Data

Adapun BCA juga mencatatkan pertumbuhan positif dalam bisnis cash management. Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, hingga Juni 2026, jumlah nasabah pengguna layanan cash management BCA meningkat 3% secara tahunan. Frekuensi dan nilai transaksi layanan tersebut juga tumbuh positif.

Menurut Hera, pengembangan layanan cash management berkontribusi dalam menjaga arus kas di ekosistem BCA dan menopang pertumbuhan dana pihak ketiga, khususnya CASA.

Untuk mendukung pertumbuhan bisnis tersebut, BCA menjalankan sejumlah strategi, antara lain membangun ekosistem digital melalui open banking API berbasis Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP), menyediakan layanan multi payroll, memperluas komunitas bisnis, serta mengembangkan solusi yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah.

Baca Juga: BBCA dan BBTN Kompak Menguat, Bagaimana Perkembangan Rencana Buyback?

BCA juga memanfaatkan big data, analitik data, dan business intelligence untuk mendukung pengambilan keputusan bisnis. Selain itu, perseroan memperluas kolaborasi melalui kemitraan strategis digital guna meningkatkan integrasi layanan bagi nasabah.

Hera menambahkan, pertumbuhan transaksi dan jumlah nasabah cash management turut berkontribusi terhadap pendapatan selain bunga BCA.

Pada semester I-2026, pendapatan selain bunga BCA meningkat 11% secara tahunan menjadi Rp 13,2 triliun. Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan berbasis biaya dan komisi sebesar 11,2%.

Ke depan, BCA berharap bisnis cash management terus tumbuh melalui inovasi layanan dan pengembangan kemitraan digital untuk menciptakan ekosistem transaksi yang semakin terintegrasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×