kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.590.000   -15.000   -0,58%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

BCA Syariah hingga SeaBank Gandeng Jalin Hadirkan Tarik Tunai Link


Sabtu, 26 September 2026 / 06:59 WIB
BCA Syariah hingga SeaBank Gandeng Jalin Hadirkan Tarik Tunai Link
ILUSTRASI. Dok. Jalin Pembayaran Nusantara


Reporter: Nur Cholis | Editor: Indah Sulistyorini

KONTAN.CO.ID - PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin), bagian dari Danantara Indonesia, terus memperluas ekosistem layanan sistem pembayarannya. Terbaru, Jalin menggandeng sejumlah perbankan dan institusi teknologi finansial (tekfin) untuk mengembangkan layanan penarikan tunai tanpa kartu atau Cardless Cash Withdrawal (CCW) di jaringan ATM Link.

Kesepakatan kerja sama ini ditandatangani oleh Jalin dengan BCA Syariah, SeaBank, HiBank, dan sejumlah institusi tekfin lainnya di sela-sela ajang Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) – Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2026 di Jakarta.

Melalui kolaborasi ini, nantinya nasabah perbankan dan pengguna layanan tekfin dapat melakukan transaksi tarik tunai di seluruh jaringan ATM Link tanpa kartu fisik. Pengguna cukup menginisiasi transaksi langsung dari aplikasi perbankan atau dompet digital masing-masing.

Direktur Jalin Eko Dedi Rukminto menjelaskan, laju digitalisasi tidak lantas menghilangkan kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas uang tunai. Hal ini menuntut adanya konektivitas yang lebih mulus (seamless) antara kanal digital dan kanal fisik.

"Layanan keuangan semakin bergerak ke kanal digital, tetapi kebutuhan akan akses tunai tetap ada. Melalui pemanfaatan infrastruktur yang tersedia, bank dan tekfin dapat memperluas layanan secara efisien dan memberikan pilihan akses yang lebih luas bagi masyarakat," ujar Eko dalam keterangannya.

Strategi ini sejalan dengan tren di masyarakat. Mengutip data Bank Indonesia (BI), meski volume transaksi digital melonjak 40,36% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi 6,11 miliar transaksi pada Agustus 2026, permintaan uang tunai nyatanya tetap kuat. Di periode yang sama, Uang Kartal yang Diedarkan (UYD) tercatat masih tumbuh 12,88% menyentuh angka Rp 1.332 triliun.

Bagi industri, pengembangan fitur CCW ini memberikan alternatif bernilai tambah. Bank dapat memperluas jangkauan pelayanannya tanpa harus mengucurkan capex (belanja modal) untuk membangun serta mengelola infrastruktur ATM secara mandiri. Sementara bagi tekfin, fitur ini memungkinkan penggunanya mencairkan saldo digital menjadi uang tunai dengan mudah.

"Ke depan, pengalaman pengguna tidak lagi bergantung pada siapa yang memiliki kanal fisik terbanyak. Transaksi bisa dimulai dari aplikasi, lalu diselesaikan di jaringan ATM yang saling terhubung," imbuh Eko.

Selain inovasi tarik tunai tanpa kartu, Jalin turut memamerkan sejumlah pengembangan ekosistem pembayaran lainnya selama FEKDI x IFSE 2026. Beberapa inisiatif tersebut meliputi perluasan switching QRIS bersama Bank BJB dan Yokke, serta konektivitas QRIS Merchant Presented Mode (MPM) di Jaringan Link bersama AyoLinx.

Selain itu, Jalin juga menggenjot implementasi QRIS Antarnegara (Cross-Border) menggandeng Nobu Bank, Payment Integrator bersama OK Bank, hingga layanan Mini ATM dengan Bank BJB. Rangkaian kolaborasi ini mengukuhkan posisi Jalin yang saat ini telah melayani lebih dari 120 anggota perbankan dan tekfin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×