kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -8.000   -0,30%
  • USD/IDR 18.135   100,00   0,55%
  • IDX 5.912   39,07   0,67%
  • KOMPAS100 769   5,82   0,76%
  • LQ45 587   4,49   0,77%
  • ISSI 203   0,67   0,33%
  • IDX30 333   2,19   0,66%
  • IDXHIDIV20 411   0,93   0,23%
  • IDX80 88   0,82   0,94%
  • IDXV30 111   0,16   0,14%
  • IDXQ30 107   0,26   0,24%

Laba BCA Syariah Tumbuh 13,82% hingga Mei 2026, Ditopang Digitalisasi


Kamis, 09 Juli 2026 / 18:05 WIB
Laba BCA Syariah Tumbuh 13,82% hingga Mei 2026, Ditopang Digitalisasi
ILUSTRASI. PT Bank BCA Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp 93,47 miliar hingga Mei 2026(BCA SYARIAH/KILAS)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank BCA Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp 93,47 miliar hingga Mei 2026. Angka tersebut meningkat 13,82% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 82,12 miliar.

Kenaikan laba ditopang oleh peningkatan pendapatan setelah distribusi bagi hasil yang tumbuh 16,43% YoY menjadi Rp 387,81 miliar.

Dari sisi intermediasi, penyaluran pembiayaan meningkat 20,41% YoY menjadi Rp 13,12 triliun, sementara penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 15,73% YoY menjadi Rp 15,17 triliun.

Direktur BCA Syariah Pranata mengatakan, kinerja positif tersebut tidak terlepas dari strategi digitalisasi dan perluasan inklusi keuangan syariah yang terus dijalankan perseroan.

Baca Juga: OCBC NISP Salurkan 85% Kredit ke Sektor Produktif

"Kinerja BCA Syariah hingga Mei 2026 konsisten tumbuh. Salah satu faktor pendorongnya adalah peran digitalisasi dan inklusi yang kami lakukan melalui aplikasi mobile banking BSya by BCA Syariah sehingga mendukung pertumbuhan kinerja perusahaan," ujar Pranata kepada Kontan.co.id, Kamis (9/7/2026).

Menurutnya, aplikasi BSya juga menjadi salah satu motor utama dalam mengakuisisi nasabah baru. Hingga tahun ini, sekitar 69% dari total nasabah baru BCA Syariah berasal dari kanal digital tersebut.

Baca Juga: OJK Dalami 15 Pialang Asuransi dan Reasuransi yang Diduga Beroperasi Tanpa Izin

"Kehadiran BSya juga berperan penting dalam mendukung akuisisi nasabah baru. Hal ini terlihat dari jumlah nasabah baru yang kontribusinya mencapai 69% dari total nasabah baru di 2026," katanya.

Di sisi pembiayaan, segmen konsumer menjadi kontributor pertumbuhan tertinggi. Hingga Mei 2026, pembiayaan konsumer meningkat 44,5% YoY menjadi Rp 2,5 triliun, jauh melampaui pertumbuhan pembiayaan secara keseluruhan yang mencapai 20,4% YoY.

Pranata optimistis, tren pertumbuhan tersebut dapat terus berlanjut hingga akhir semester I-2026. Untuk menjaga momentum tersebut, perseroan akan terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah, sekaligus memperluas layanan digital dan jaringan bisnis.

"Kami juga terus memperkuat kanal digital, memperluas kehadiran fisik melalui pembukaan jaringan kantor di berbagai daerah, serta memperkuat sinergi dengan induk usaha, BCA maupun kolaborasi dengan pihak ketiga," ujarnya.

Selain memperluas jaringan kantor, BCA Syariah juga terus mengembangkan berbagai layanan digital. Pengembangan tersebut mencakup penyempurnaan fitur mobile banking BSya, layanan BIQ, Virtual Account Management (VAM), layanan berbasis Application Programming Interface (API), penguatan layanan bank devisa, hingga memperluas kerja sama dengan berbagai mitra strategis.

Menurut Pranata, langkah tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan BCA Syariah sekaligus memperkuat daya saing perseroan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan syariah berbasis digital.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×