kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Begini dampak pandemi Covid-19 terhadap fintech di Indonesia


Kamis, 10 September 2020 / 11:32 WIB
ILUSTRASI. ilustrasi fintech. /2017/01/04


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) mengukur dampak pandemi Covid-19 terhadap industri fintech di Indonesia. Asosiasi telah melakukan survei kepada anggota guna melihat sejauh mana pandemi memberikan dampak.

Ketua Umum AFTECH Niki Luhur menyatakan pandemi Covid-19 telah mempengaruhi sebagianbesar responden secara signifikan atau sebesar 69%. Dampaknya berupa penurunan jumlah pengguna di beberapa model bisnis fintech, penurunan penjualan untuk beberapa model bisnis.

Juga tantangan operasional, termasuk produktivitas dan efisiensi yang lebih rendah. Selain itu pengaruh yang dirasakan berupa kesulitan dalam penggalangan dana serta penundaan ekspansi bisnis.

Baca Juga: Tren digital makin marak, sebanyak 132 kantor bank ditutup sepanjang semester I-2020

“Sementara itu, 9% responden, termasuk beberapa perusahaan Pinjaman Online dan Pembayaran Digital, mengaku mendapatkan pengguna dan peluang bisnis baru selama pandemi,” ujar Niki dalam konferensi virtual pada Kamis (10/9).

Lanjut Ia, menyikapi situasi di atas, perusahaan tekfin telah melakukan sejumlah langkah mitigasi. Pelaku fintech telah melakukan penguatan pengelolaan kas, penundaan ekspansi bisnis.

“Pemutusan hubungan kerja, perubahan model bisnis (pivoting), pemberlakuan cuti yang tidak dibayar dan pemotongan gaji,” pungkas Niki.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×