Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Syariah Nasional (BSN) terus memperkuat layanan digital untuk mendorong pertumbuhan bisnis sekaligus mengerek pendapatan berbasis komisi atau fee based income (FBI).
Salah satu strateginya dengan memperluas kolaborasi dan menambah fitur aplikasi Bale Syariah by BSN. Teranyar, BSN menggandeng PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) untuk penyediaan layanan pengisian ulang (top up) saldo Kartu Multi Trip (KMT) secara langsung lewat Bale Syariah.
Peluncuran integrasi Bale Syariah by BSN dengan KMT KCI dilakukan pada 15 Agustus 2026. Kerja sama ini dinilai potensial memacu pertumbuhan FBI BSN mengingat jumlah penumpang saat ini KCI sudah mencapai 1,1 juta per harinya.
Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor mengatakan, integrasi Bale Syariah dengan KMT dirancang untuk memudahkan mobilitas harian pengguna Commuter Line Jabodetabek. Melalui fitur ini, pengguna dapat mengisi saldo KMT langsung dari aplikasi perbankan, sehingga tak perlu khawatir kehabisan saldo sebelum naik kereta.
“Integrasi Bale Syariah by BSN dengan KMT KCI merupakan tonggak penting bagi industri perbankan syariah. Kami bangga menjadi mobile banking pertama yang menghadirkan fitur top up KMT secara langsung,” ujar Alex, Sabtu (15/8/2026).
Baca Juga: Bank BSN Pacu Pembiayaan KPR Subsidi dengan Menyasar Pekerja Informal
Alex bilang, integrasi ini sekaligus memperkuat kemitraan Bank BSN dengan KAI Commuter yang telah berjalan sejak Maret 2026. Kerja sama tersebut diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan dilanjutkan dengan peluncuran KMT Co-Brand.
Direktur Utama KCI Mochammad Purnomosidi menyebut rata-rata jumlah penupang KCI sudah mencapai 1,1 juta per harinya dimana sekitar 45% di antaranya menggunakan pembayaran dengan KMT. Tahun ini, KCI menargetkan jumlah penumpang bisa mencapai 1,4 juta.
Alex menambahkan, BSN menargetkan transaksi top up dari kerja sama ini setidaknya 10% dari pengguna KMT. Layanan ini akan memperluas layanan top up Bale Syariah yang semalam ini sudah bisa digunakan untuk berbagai e-wallet.
Ke depan, lanjut Alex, BSN akan terus memperluas kerja sama dengan berbagai pihak untuk mendorong peningkatan transaksi aplikasi Bale Syariah sehingga berkontribusi signifikan terhadap FBI. Sepanjang paruh pertama 2026, BSN telah mengantongi pendapatan komisi sebesar Rp 127,3 miliar dan sepanjang tahun ini diharapkan bisa mencapai sekitar Rp 300 miliar.
Baca Juga: BTN dan BSN Kuasai 74% Penyaluran FLPP, Jangkau Lebih dari 67.000 MBR
Adapun jumlah pengguna aplikasi Bale Syariah per Juni 2026 telah mencapai 240.000 dan sampai akhir tahun ditargetkan meningkat menjadi 500.000. Aelx menyebut, transaksi yang diproses aplikasi tersebut dalam enam bulan pertama tahun ini sudah 2,2 juta dengan volume transaksi Rp 4 triliun.
Bersamaan dengan integrasi Bale Syariah dan KMT, Bank BSN bersama KCI meluncurkan KMT Co-Brand Edisi Khusus Kemerdekaan RI ke-81. Kartu terbatas ini menjadi bentuk apresiasi bagi pengguna transportasi massal sekaligus simbol semangat untuk terus bergerak.
“Commuter Line setiap hari membawa masyarakat bekerja, menempuh pendidikan, hingga mengejar harapan. Kartunya mungkin kecil, tetapi mudah-mudahan menjadi simbol semangat untuk terus bergerak dan maju bersama Indonesia,” ujar Alex.
Untuk mengerek minat masyarakat, Bank BSN juga menggelar program Launching Event Top Up KMT via Bale Syariah. Nasabah baru yang membuka rekening Bale Syariah sesuai ketentuan berhak memperoleh KMT edisi khusus secara gratis, sekaligus saldo awal Rp81.000.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
