kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45729,74   -6,98   -0.95%
  • EMAS963.000 3,44%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Begini rincian NPL BTN dan strategi pembersihannya


Senin, 29 Oktober 2018 / 19:55 WIB
Begini rincian NPL BTN dan strategi pembersihannya
ILUSTRASI. Bank BTN

Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Herlina Kartika

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mengatakan target rasio kredit bermasalah alias non performing loan (NPL) di bawah 2,5% bakal dapat tercapai.

Sebab, Direktur Manajemen Resiko BTN Nixon Napitupulu menjelaskan, BTN kini tengah fokus melakukan perbaikan kualitas kredit untuk kredit pemilikan rumah (KPR) non subsidi.


"Kami fokus turunkan NPL KPR lebih dulu dalam waktu yang singkat ini," terangnya kepada Kontan.co.id, Senin (29/10). 

Memang bila dirinci, NPL bank spesialis pembiayaan perumahan ini pada kuartal III-2018 lalu terbilang menurun menjadi 2,65% dari posisi tahun sebelumnya 3,07%.

Secara net, rasio NPL BTN ini juga menurun dari 2,06% menjadi di level 1,75%. Menurut Nixon, beberapa penyumbang NPL terbesar BTN selain KPR non subsidi antara lain di sektor konstruksi perumahan dan sejumlah kecil di KPR subsidi.

"Kami masih terus berupaya menurunkan NPL untuk mecapai target," ujarnya. 

Merujuk pada presentasi perusahaan, NPL perumahan BTN secara keseluruhan terbilang menurun secara tahunan dari 2,69% menjadi 2,42% per kuartal III-2018.

Bila dirinci, KPR non subsidi mencatatkan NPL paling rendah di level 1,08% menurun dari 1,49% secara tahunan. Disusul oleh KPR non subsidi sebesar 3,11% yang turun dari 3,35% dari posisi tahun lalu.

Sementara itu, NPL kredit perumahan lainnya di BTN juga menurun dari 4,63% di kuartal III-2017 menjadi 4,22% di akhir September lalu. 

Sementara untuk NPL konstruksi memang terjadi peningkatan pada sembilan bulan pertama 2018 yakni mencapai 4,26% dari periode yang sama tahun lalu 3,53%. Di sisi lain, untuk NPL non perumahan juga terbilang tinggi di level 4,9%, walau menurun cukup besar dari posisi September 2017 yang sempat menyentuh 6,78%.

Bila dirinci, NPL kredit konsumer (non perumahan) BTN tercatat mengalami peningkatan NPL dari 1,73% menjadi 1,82% pada periode kuartal III-2018. Sementara kredit komersial justru menurun dari 8,87% menjadi 6,14%. Alih-alih untuk menahan laju NPL, bank bersandi emiten BBTN ini juga sudah memupuk rasio pencadangan sebesar 46,19% naik dari tahun lalu 40,01%.

Sebelumnya, beberapa cara telah ditempuh oleh BTN untuk memperbaiki rasio NPL. Pada awal Oktober 2018 lalu misalnya, BTN lewat portal www.rumahbtn.co.id menjual rumah sitaan dari debitur yang gagal membayar KPR.

Setidaknya, rumah sitaan BTN yang didaftarkan dalam portal ini sudah mencapai 12.326 unit dengan nilai total Rp 1,8 triliun. Rumah sitaan tersebut merupakan hunian yang bisa dibeli masyarakat lewat proses lelang dengan harga bervariasi di bawah Rp 100 juta hingga di atas Rp 1 miliar.

Upaya lain untuk memangkas NPL, BTN juga tengah melakukan sejumlah restrukturisasi kredit, menggaet para investor untuk membeli agunan dari kredit macet, dan mengembangkan mobile platform di bidang penagihan dengan fokus untuk mempermudah proses penagihan.




TERBARU

Close [X]
×