Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Astra Sedaya Finance (ASDF) atau yang dikenal sebagai Astra Credit Companies (ACC) menerapkan sejumlah strategi guna meningkatkan kinerja laba hingga akhir 2026.
EVP Corporate Communication & Strategy ACC Riadi Prasodjo menerangkan salah satu strateginya adalah terus berupaya mengoptimalkan kinerja melalui penguatan kerja sama dengan dealer dan mitra bisnis.
"Selain itu, melakukan pengembangan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan konsumen, serta peningkatan kualitas layanan," ungkapnya kepada Kontan, Jumat (16/10).
Baca Juga: Penyaluran Pembiayaan Fintek Samir ke Luar Pulau Jawa Naik 62% per September 2026
Riadi mengatakan Seluruh upaya tersebut dijalankan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, menjaga kualitas pembiayaan, serta mematuhi ketentuan dan peraturan yang berlaku.
Lebih lanjut, ACC juga turut angkat bicara mengenai dampak pergerakan suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI Rate terhadap laba. Asal tahu saja, BI Rate kembali ditahan dan kini berada di level 5,75%.
Riadi menyebut pergerakan suku bunga acuan merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi kinerja industri multifinance, khususnya terkait biaya dana. Namun, dia mengatakan profitabilitas industri juga dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor lainnya.
"Misalnya saja, pertumbuhan pembiayaan, efisiensi operasional, serta kualitas aset pembiayaan," ujar Riadi.
Berdasarkan laporan keuangan, ACC membukukan laba bersih sebesar Rp 960 miliar pada Semester I-2026. Nilainya tumbuh sebesar 1,27% secara Year on Year (YoY).
Adapun pertumbuhan laba bersih tersebut ditopang pertumbuhan jumlah pendapatan bersih sebesar 4,66% YoY, menjadi Rp 3,37 triliun pada Semester I-2026.
Baca Juga: Tekanan MSCI Melemahkan Harga Saham, BBCA Cermati Dampaknya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














