Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Salah satu unit bisnis pembiayaan Astra Financial, Toyota Astra Financial Services (TAFS), akan menerapkan sejumlah strategi guna meningkatkan kinerja hingga akhir 2026.
Marketing Division Head TAFS, Deby Susianti mengatakan pihaknya akan terus mendorong pertumbuhan pembiayaan melalui penguatan sinergi dengan dealer, serta mitra bisnis dan optimalisasi aktivitas penjualan.
"Ditambah, melakukan pengembangan produk dan program pembiayaan yang kompetitif sesuai dengan kebutuhan pasar," ucapnya kepada Kontan, Rabu (19/8).
Selain itu, Deby menjelaskan perusahaan juga tetap fokus menjaga kualitas pembiayaan dan kesehatan portofolio secara berkelanjutan. Meski demikian, dia tak memungkiri adanya sejumlah tantangan yang perlu diwaspadai hingga akhir tahun ini.
Deby mengatakan tantangan hingga akhir tahun, antara lain persaingan yang makin ketat di industri multifinance, dinamika daya beli masyarakat, serta perubahan kondisi pasar otomotif.
Baca Juga: OJK Tindak Lanjuti Pengaduan Konsumen, dari TAFS hingga Solusiku
"Meski demikian, TAFS optimistis dapat mempertahankan kinerja yang positif dengan mengedepankan pertumbuhan yang sehat dan pengelolaan risiko yang baik," ujar Deby.
Sebagai informasi, berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, TAFS mencatatkan laba bersih sebesar Rp 482,63 miliar pada Semester I-2026. Nilainya tumbuh sebesar 24,79%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 386,75 miliar.
Pertumbuhan laba perusahaan juga ditopang pertumbuhan pendapatan. Adapun jumlah pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp 2,35 triliun pada Semester I-2026. Nilainya tumbuh 5,86%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 2,22 triliun.
Kontributor utama pendapatan perusahaan pada Semester I-2026 disumbang pos pembiayaan konsumen sebesar Rp 1,90 triliun. Nilainya tumbuh, 7,34%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 1,77 triliun.
Sementara itu, TAFS membukukan aset sebesar Rp 40,62 triliun pada Semester I-2026. Nilainya bertumbuh 6,33%, jika dibandingkan pencapaian akhir tahun lalu yang sebesar Rp 38,20 triliun. Selanjutnya, ekuitas TAFS tercatat tumbuh 14,83%, dari Rp 5,73 triliun per akhir 2025 menjadi sebesar Rp 6,58 triliun pada Semester I-2026. Adapun rasio Non Performing Financing perusahaan sebesar 0,42%.
Baca Juga: Panggil TAFS Terkait Dugaan Pelanggaran Penagihan Kredit, OJK Beri Penjelasan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














