Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Allianz Life Indonesia (Allianz Life) membeberkan sejumlah tantangan yang bisa mempengaruhi perolehan laba hingga akhir tahun ini.
Direktur & Country Chief Financial Officer Allianz Life Indonesia Gert de Rijke mengatakan, sehumlah tantangan yang bisa mempengaruhi laba tahun ini anatra lain inflasi medis dan volatilitas ekonomi global. Selain itu, dinamika daya beli nasabah juga turut menjadi perhatian perusahaan.
"Perusahaan juga terus memantau perilaku dan daya beli nasabah yang dinamis," katanya kepada Kontan, Kamis (7/5/2026).
Baca Juga: Kinerja Return Unitlink Saham Terkontraksi Paling Dalam per April 2026
Gert menerangkan dengan pendekatan manajemen risiko yang disiplin dan portofolio bisnis yang terdiversifikasi, Allianz Life optimistis dapat menjaga kinerja keuangan yang sehat dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, Gert mengungkapkan Allianz Life akan menerapkan sejumlah strategi guna mendorong kinerja laba hingga akhir tahun ini. Dia menyampaikan Allianz Life akan tetap fokus pada pertumbuhan berkelanjutan, dengan memperkuat inovasi produk yang relevan dengan kebutuhan nasabah dan meningkatkan penetrasi melalui seluruh kanal distribusi.
"Selain itu, perusahaan juga menekankan optimalisasi kualitas layanan, pemanfaatan teknologi, dan peningkatan kapabilitas tenaga pemasar sebagai strategi dalam menjaga profitabilitas jangka panjang," ujar Gert.
Baca Juga: 16 Fintech Lending Memiliki Angka TWP90 di Atas 5% per Maret 2026
Asal tahu saja, Allianz Life mencatatkan kinerja positif terkait perolehan laba pada awal tahun ini. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan di situs resmi, Allianz Life membukukan perolehan laba setelah pajak sebesar Rp 751,46 miliar per Maret 2026, atau tumbuh 273,77% secara Year on Year (YoY).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












