kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.970   57,00   0,32%
  • IDX 5.691   47,39   0,84%
  • KOMPAS100 735   7,50   1,03%
  • LQ45 558   5,00   0,90%
  • ISSI 198   1,20   0,61%
  • IDX30 316   2,19   0,70%
  • IDXHIDIV20 390   0,30   0,08%
  • IDX80 84   0,80   0,96%
  • IDXV30 106   -0,34   -0,32%
  • IDXQ30 102   0,32   0,31%

Begini strategi bank tingkatkan bisnis treasury


Minggu, 10 Desember 2017 / 11:30 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Beberapa bank sudah menyiapkan strategi untuk meningkatkan bisnis treasury terutama pengelolaan aset liabilitas manajemen. Bisnis aset liabilitas manajemen ini salah satunya adalah jual beli surat berharga.

Iman Nugroho Soeko, Direktur Keuangan dan Treasury BTN bilang, pengelolaan aset dan liabilitas akan disesuaikan dengan harga dan tenor. "Serta akan diselaraskan faktor risikonya dari sisi liabiliasnya," kata Iman kepada kontan.co.id, Kamis (7/12).

Sementara BRI meningkatkan bisnis treasury bank akan mengoptimalkan jual beli surat berharga. "Kami sangat aktif di pasar terutama primary dealer terbesar di pasar Surat Berharga Negara (SBN), ke depannya kami akan kembangkan untuk menjadi market maker," kata Hexana Tri Sasongko selaku DEVP Global Treasury BRI kepada Kontan.co.id, Kamis (7/12).

Ke depan BRI akan menggarap pasar ritel untuk perdagangan surat berharga terutama untuk obligasi korporasi seiring Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) baru SBN yang baru diizinkan untuk dijual secara ritel.

Hexana bilang, BRI juga akan melakukan leverage portofolio surat berharga untuk mendukung layanan wealth management, prioritas, DPLK dan perusahaan anak.

Kartika Wirjoatmodjo, Direktur Utama Bank Mandiri mengaku mempunyai beberapa porotolio di bisnis treasury di antaranya adalah obligasi negara dan swasta.

"Kami juga menempatkan di beberapa instrumen keuangan," kata Tiko sapaan akrabnya, Kamis (7/12). Secara umum saat ini potensi bisnis treasury cukup besar karena ada kenaikan laba dari penjualan surat berharga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×