Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Seiring pertumbuhan masif di bisnis emas perbankan syariah, BCA Syariah membidik kerja sama baru untuk memperluas skala bisnis emasnya.
Pada 2025, pembiayaan emas BCA Syariah melonjak 238% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 520 miliar. Pertumbuhan masif ini menjadi salah satu penopang kinerja pembiayaan konsumer bank yang tumbuh 47,1% yoy menjadi Rp 2,1 triliun.
Direktur BCA Syariah, Pranata menjelaskan, pada dasarnya saat ini permintaan emas memang sedang tinggi-tingginya, seiring tren kenaikan harga yang terus berlanjut sejak tahun lalu. Bahkan, pertumbuhan nasabah baru BCA Syariah saat ini didominasi oleh debitur emas.
Baca Juga: Pembiayaan Emas BCA Syariah Melonjak 238,1%, Minat Investasi Safe Haven Meningkat
“Apalagi sekarang pembiayaan emas kami sudah bisa melalui BSya,” ujar Pranata dalam paparan kinerja di Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Untuk memperkuat ekosistem pembiayaan emas, BCA Syariah telah menjalin kerja sama dengan sejumlah mitra, antara lain Galeri24 dan Pegadaian, serta menambah mitra baru seperti Harta Dinata sejak awal tahun ini.
Nah selanjutnya, bank tengah menjajaki kerja sama dengan UBS sebagai bagian dari strategi perluasan jaringan penyedia emas.
“Ke depan, kerja sama dengan UBS di Surabaya juga sedang kami jajaki. Jadi kolaborasi dengan mitra emas akan terus kami tingkatkan,” kata Pranata.
Di sisi lain, BCA Syariah tetap mencermati risiko di tengah volatilitas harga emas. Direktur Risk Management BCA Syariah Eduard Guntoro Purba menegaskan, meski emas masih menjadi alternatif investasi yang menarik di tengah ketidakpastian global, bank tetap menerapkan prinsip kehati-hatian.
Baca Juga: Pembiayaan Emas BCA Syariah Melonjak 238%, Tembus Rp 520 Miliar di 2025
“Dari sisi risk management, tugas kami adalah memitigasi risiko. Kami sadar, kalau terjadi penurunan harga emas yang signifikan, itu bisa berujung ke market risk dan credit risk,” ujarnya.
Namun demikian, Eduard menilai emas masih relevan sebagai instrumen lindung nilai dan penjaga kekayaan (wealth preservation), terutama di tengah tingginya ketidakpastian global dan melemahnya kepercayaan terhadap aset berbasis dolar AS.
“Uncertainty global tinggi, dan emas masih menjadi salah satu pilihan portofolio untuk menjaga wealth nasabah. Itu juga yang menjadi dasar kami dalam memasarkan pembiayaan emas, bukan untuk spekulasi,” tegasnya.
Ia menambahkan, dalam pemasaran pembiayaan emas, BCA Syariah juga mengedepankan edukasi kepada nasabah, sejalan dengan prinsip syariah untuk menjaga harta. Dengan pendekatan tersebut, perseroan optimistis prospek pembiayaan emas masih tetap positif ke depan.
Baca Juga: Pembiayaan Emas BCA Syariah Melaju, Tumbuh 204% pada Juli 2025
Selanjutnya: Kementerian Haji: Anggaran untuk Revitalisasi Asrama Haji dan PLHUT Masih di Kemenag
Menarik Dibaca: 15 Rekomendasi Buah untuk Diet agar Berat Badan Turun
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













