kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.135.000   50.000   1,62%
  • USD/IDR 16.894   85,00   0,51%
  • IDX 8.017   -218,65   -2,65%
  • KOMPAS100 1.125   -31,30   -2,71%
  • LQ45 812   -21,87   -2,62%
  • ISSI 286   -6,72   -2,30%
  • IDX30 429   -10,83   -2,46%
  • IDXHIDIV20 517   -9,75   -1,85%
  • IDX80 126   -2,90   -2,25%
  • IDXV30 141   -2,38   -1,66%
  • IDXQ30 138   -3,69   -2,61%

Bencana Alam Berpotensi Dongkrak Klaim, Tugu Insurance Pastikan Rasio Tetap Terjaga


Senin, 02 Maret 2026 / 19:25 WIB
Bencana Alam Berpotensi Dongkrak Klaim, Tugu Insurance Pastikan Rasio Tetap Terjaga


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rentetan bencana alam belakangan ini berpotensi mendorong kenaikan klaim asuransi umum. Namun, PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) memastikan dampaknya terhadap kinerja perusahaan masih dalam batas terukur.​

Direktur Teknik Tugu Insurance, Fadlil Iswahyudi mengatakan, secara umum peristiwa bencana alam dapat mendorong kenaikan jumlah klaim maupun rasio klaim di industri asuransi umum. 

Namun, besaran dampaknya sangat bergantung pada struktur portofolio, cakupan polis, serta pengelolaan risiko dan program reasuransi masing-masing perusahaan.

“Peristiwa bencana alam berpotensi meningkatkan jumlah klaim maupun rasio klaim. Namun, dampaknya sangat tergantung pada struktur portofolio dan cakupan polis, serta pengelolaan risiko dan reasuransi yang diterapkan,” ujar Fadlil kepada Kontan, Jumat (27/2/2026).

Baca Juga: BNI Targetkan Transaksi Digital Tumbuh 39% pada Momen Ramadan dan Lebaran 2026

Ia menjelaskan, kejadian bencana alam yang terjadi telah diantisipasi sebagai bagian dari eksposur risiko yang terukur dalam kerangka manajemen risiko perusahaan. 

"Dengan dukungan portofolio bisnis yang terdiversifikasi secara optimal, serta proteksi reasuransi yang kuat dan memadai, kami tetap mampu menjaga rasio klaim dalam batas yang prudent dan sesuai dengan koridor yang wajar," ungkapnya.

Menurut Fadlil, strategi diversifikasi portofolio menjadi salah satu kunci untuk meredam lonjakan klaim akibat risiko katastropik. Selain itu, penguatan program reasuransi juga membantu perusahaan membatasi dampak finansial dari kejadian-kejadian besar.

Di sisi lain, Tugu Insurance memastikan tidak melakukan penyesuaian tarif premi untuk mengantisipasi peningkatan risiko bencana. 

Untuk lini asuransi harta benda dan asuransi kendaraan bermotor, tarif premi risiko bencana alam seperti gempa bumi dan banjir telah diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam bentuk rentang tarif batas bawah hingga batas atas yang wajib diikuti seluruh industri.

Baca Juga: ACC Nilai Kenaikan Penjualan Kendaraan Awal Tahun Jadi Sinyal Positif

"Karena itu, perusahaan tidak melakukan penyesuaian tarif dan tetap menerapkan tarif premi sesuai ketentuan OJK," katanya.

Kendati demikian, perusahaan melakukan pemantauan berkala terhadap perkembangan risiko di berbagai wilayah yang memiliki potensi bencana alam.

Langkah ini dilakukan agar proses underwriting tetap berjalan secara terukur dan sesuai dengan profil risiko masing-masing objek pertanggungan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Procurement Strategies for Competitive Advantage (PSCA) AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×