kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.572.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 17.899   -34,00   -0,19%
  • IDX 6.050   18,38   0,30%
  • KOMPAS100 780   4,99   0,64%
  • LQ45 598   4,47   0,75%
  • ISSI 211   -0,30   -0,14%
  • IDX30 333   2,38   0,72%
  • IDXHIDIV20 425   3,14   0,74%
  • IDX80 89   0,52   0,59%
  • IDXV30 116   0,67   0,58%
  • IDXQ30 109   0,84   0,78%

BI Fasilitasi Pembiayaan UMKM Capai Rp 285 Miliar Hingga Juli 2026


Minggu, 23 Agustus 2026 / 11:21 WIB
BI Fasilitasi Pembiayaan UMKM Capai Rp 285 Miliar Hingga Juli 2026
ILUSTRASI. Pembiayaan KUR dorong 511 ribu UMKM naik kelas (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) telah memfasilitasi business matching Rp 285 miliar hingga Juli 2026. Nilai tersebut terdiri dari pembiayaan inklusif sebesar Rp 150 miliar dan pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp 135 miliar.

Adapun capaian tersebut berasal dari delapan lembaga keuangan bersama UMKM mitra BI melakukan penandatanganan pembiayaan. Empat kesepakatan pembiayaan merupakan pembiayaan inklusif dan empat lainnya merupakan pembiayaan berkelanjutan.

Penandatanganan ini disaksikan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman, dan Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Maman Abdurrahman. Penandatanganan dilakukan oleh perwakilan BRI, BCA, BSI, Mandiri, SMBC, Panin Bank, OCBC, dan BNI dengan UMKM mitra masing-masing dalam acara Gebyar Pembiayaan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia sebagai rangkaian Karya Kreatif Indonesia 2026 di JICC Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Baca Juga: Bank Kasikorn (BMAS) Raih Pinjaman US$ 341 Juta dari KBank, Tarik US$ 55 Juta

Aida  menyampaikan, capaian tersebut masih akan terus bertambah seiring realisasi pembiayaan hingga akhir 2026. Untuk itu, BI memperkuat pengembangan UMKM dari hulu hingga hilir. Langkah yang ditempuh Bank Indonesia di antaranya mencakup peningkatan kapasitas usaha, penguatan rekam jejak keuangan, peningkatan visibilitas UMKM, dan perluasan akses pasar.

“Selanjutnya, BI mempertemukan UMKM dengan lembaga pembiayaan untuk memfasilitasi akses pembiayaan. Sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar semakin banyak UMKM memperoleh pembiayaan, berkembang, dan naik kelas,” tutur Aida dalam keterangannya, Sabtu (22/8/2026).

Lebih lanjut, Aida menyampaikan, BI berperan sebagai katalis dalam memperkuat pembiayaan UMKM dari sisi supply dan demand. Dari sisi supply, Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) memberikan insentif likuiditas kepada perbankan yang menyalurkan pembiayaan kepada UMKM.

Sementara itu, Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) mendorong perluasan pembiayaan inklusif. Dari sisi demand, digitalisasi pembayaran memanfaatkan QRIS membangun rekam jejak usaha.

“Penguatan ekosistem pembiayaan UMKM ke depan memerlukan komitmen yang konsisten, inovasi yang adaptif, serta sinergi yang semakin erat antara Bank Indonesia, Pemerintah, sektor keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya," kata Aida.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, menekankan bahwa pembiayaan perlu didukung peningkatan kapasitas dan perluasan akses pasar agar UMKM dapat terus berkembang dan menjaga kualitas pembiayaan.

Baca Juga: Bank Victoria Salurkan Kredit Rp 100 Miliar ke Buana Finance

Hingga 20 Agustus 2026, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp197 triliun kepada 3,05 juta UMKM, 65% di antaranya disalurkan kepada sektor produksi.

Pemerintah juga memperkuat layanan UMKM melalui platform digital SAPA UMKM, platform yang mengintegrasikan berbagai layanan dan informasi pengembangan usaha dalam satu ekosistem, serta mendorong sinergi business matching untuk memperluas pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan usaha.

“Pembiayaan yang ditandatangani hari ini diharapkan dapat menjadi modal bagi penambahan kapasitas usaha, perluasan pasar, dan peningkatan omzet," ujar Maman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×