kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.912   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.071   -50,56   -0,83%
  • KOMPAS100 785   -8,35   -1,05%
  • LQ45 601   -6,98   -1,15%
  • ISSI 211   -1,12   -0,53%
  • IDX30 333   -4,43   -1,31%
  • IDXHIDIV20 424   -2,18   -0,51%
  • IDX80 90   -0,99   -1,09%
  • IDXV30 115   -0,39   -0,33%
  • IDXQ30 109   -0,96   -0,88%

BI: GWM averaging 2% bisa dongkrak pertumbuhan kredit perbankan


Senin, 16 Juli 2018 / 20:46 WIB
ILUSTRASI. Logo Bank Indonesia (BI)


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mengatakan dengan berlakunya giro wajib minimum (GWM) rataan (averaging) sebesar 2% yang berlaku mulai mulai Senin (16/7) ini bisa mendorong pertumbuhan kredit perbankan.

Agusman, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI mengatakan, dengan manajemen likuiditas yang fleksibel akan semakin mendorong pertumbuhan kredit.

"Peningkatan GWM averaging membuat bank menjadi lebih fleksibel mengelola likuditas," kata Agusman kepada kontan.co.id, Senin (16/7).

Sebelumnya beberapa bankir mengatakan dengan berlakunya GWM rataan atau averaging sebesar 2% per hari ini bisa membantu pengelolaan likuiditas perbankan.

Parwati Surjaudaja, Presiden Direktur Bank OCBC NISP bilang dengan berlakunya penerapan GWM averaging dari 1,5% menjadi 2% akan memberikan dampak ke pelonggaran likuiditas di pasar keuangan.

"Akan dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan likuiditas di perbankan," kata Parwati kepada kontan.co.id, Senin (16/7). 

Pada akhirnya hal ini bisa mendukung stabilitas pergerakan suku bunga di pasar keuangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×